spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penyekatan di Bontang Ditiadakan, Mulai Malam Ini Diberlakukan

BONTANG – Penyekatan di dalam wilayah Kota Bontang akhirnya ditiadakan, sejak Senin (19/7) malam ini. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menurut Wali Kota Bontang Basri Rase penyekatan hanya akan dilakukan untuk wilayah yang jumlah kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 tinggi. “Kita akan memberdayakan garda Isoman,” kata Basri usai menggelar rapat di Gedung Auditorium 3 Dimensi Kota Bontang, Senin (19/7) pagi tadi.

Adapun pos penyekatan yang tak lagi difugsikan terhitung Senin malam, lanjut Basri, berada di Jalan Bhayangkara (posko II Simpang 3, menuju Jalan Cipto Mangunkusumo), Jalan Ahmad Yani (posko IV Simpang 3 Gunung Sari), hingga Jalan Letjen Suprapto (posko III Simpang 4 Bontang Baru). Ditegaskan, walau pos penyekatan di beberapa tempat tersebut tak lagi difungsikan, patroli rutin tetap dijalankan petugas.

Sementara pos penjagaan di pintu masuk Kota Bontang, mulai dari Jalan Arif Rahman Hakim (Bukit Kusnodo), Jalan Letjen S Parman (Tugu Selamat Datang) dan Jalan Soekarno-Hatta, tetap difungsikan seperti biasa. “Ini untuk mengurangi mobilitas warga dari luar Kota Bontang,” tutur Basri yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kota Bontang.

Seperti diketahui sejak dibelakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bontang pada 12 Juli lalu banyak dikeluhkan masyarakat, pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM), termasuk driver ojek online (ojol).

Pasalnya penyekatan yang dilakukan di enam titik jalan protokol Bontang, membuat ojol harus menempuh jalur alternatif demi mengantarkan pesanan kepada pelanggan. “Ini membuat kami kewalahan, kadang saat melakukan pengantaran pesanan kepada pelanggan, kami tidak diperbolehkan untuk lewat di pos penyekatan,” ungkap Andrie.

MAKSIMALKAN GARDA ISOMAN
Pemerintah Kota Bontang memutuskan memaksimalkan fungsi garda isolasi mandiri (isoman). Menurut Ketua Satgas Penanganan Satgas Covid-19 Bontang Basri Rase, pos penyekatan di pusat kota, diganti penyekatan tingkat mikro atau penjagaan berdasarkan tingkat paparan Covid-19 harian di suatu wilayah.

Dengan begitu, kata dia, peran penting berada di garda isoman, karena bersama pihak terkait, mereka bertugas mengawasi sekaligus mengatur mobilitas warga serta memastikan suplai kebutuhan pangan bagi warga yang tengah menjalani isoman. “Jadi garda isoman kami maksimalkan,” kata Basri Rase.

Untuk melaksanakan hal ini, lanjut Basri, kelurahan diminta memetakan tingkat kerentanan kasus Covid-19 di tiap rukun tetangga (RT) yang ada di wilayahnya. Jika dinilai rentan, Ketua RT akan dibantu TNI/Polri, Satpol PP dan Garda Isoman melakukan penjagaan tingkat mikro.

Dari hasil rapat evaluasi diputuskan, penyekatan mikro difokuskan di daerah dengan tingkat penularan Covid-19 harian tinggi yakni Kecamatan Bontang yakni: Kelurahan Loktuan, Guntung, dan Api-Api. Ditambah Kelurahan Belimbing di Kecamatan Bontang Barat. (ahr/santo)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img