spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Mahulu Terima SK Penlok Bandara Ujoh Bilang

JAKARTA – Jalan menghadirkan alternatif transportasi udara demi membuka isolasi dan peningkatan perekonomian serta pariwisata di Bumi Urip Ngerimaan semakin lapang. Ini ditandai pada Rabu (28/9/2022), saat Sekretaris Daerah Stephanus Madang menerima Surat Keputusan Menteri Perhubungan nomor 164 tahun 2022 tentang Penentuan Lokasi Bandar Udara Ujoh Bilang.

Surat keputusan diserahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melalui Kasubdit Kebandarudaraan dan Lingkungan, Febi Oki Wahyudi di Kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta. Diterimanya SK Penlok Bandara Ujoh Bilang ini menjadi jawaban atas kegigihan, komitmen serta sinergi Bupati Bonifasius beserta jajaran dari level kabupaten, provinsi hingga pusat.

“Terima kasih dan Puji Tuhan, hari ini, kita sudah dalam satu titik yang cukup strategis. Di mana Menteri Perhubungan telah menyerahkan SK tentang Penlok Bandara Ujoh Bilang,” ujar Sekda Stepanus Madang usai penyerahan di Kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta.

“Puji Tuhan hari ini kita sudah dalam satu titik yang cukup strategis di mana Menteri Perhubungan telah menyerahkan SK terkait tentang Penlok Bandar Udara Ujoh Bilang,” kata Sekda.

Diserahkannya SK ini menjadi juga menjadi bukti bahwa syarat administratif Bandara Ujoh Bilang telah memenuhi kaidah administratif dan teknis pembangunan bandara. Sebagai tindak lanjut percepatan pembangunan bandara di pusat ibu kota kabupaten Mahulu ini, Pemkab Mahulu akan berkoordinasi dan membahas Nota Kesepahaman (MoU).

“Sebagaimana arahan Bapak Bupati juga kita akan lakukan koordinasi dengan Bapak Gubernur dan dalam waktu dekat juga kita akan melakukan persiapan untuk membuat MoU bersama antara Pemkab Mahulu, Pemprov Kaltim dan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenhub RI untuk pendanaan dan pembiayaan segmen-segmen yang sudah di rancang yang tersusun dalam masterplan pembangunan bandara,” ungkap Sekda.

Kasubdit Tatanan Kebandarudaran dan Lingkungan Kemenhub RI Febi Oki Wahyudi, memberi penjelasan tambahan. Sebagai langkah percepatan, ia menyarankan Pemkab Mahulu perlu melakukan evaluasi terhadap sejumlah kelengkapan persyaratan administratif.

“Untuk dokumen perencanaan lainnya seperti Amdal dan lain-lain perlu dipersiapkan, setelah itu tinggal MoU untuk siapa berbuat apa agar lebih jelasnya begitu, yang terpenting adalah dokumen perencanaannya lengkap semua,” terang Febi.

Selain itu, Febi juga mengharapkan di masa mendatang Pemkab Mahulu perlu mempersiapkan kajian akses sekaligus membangun jalur bebas hambatan menuju bandar udara yang memenuhi standar

“Infrastruktur yang menunjang harus di garap Pak, seperti jalan masuknya, dan dokumen Amdal, pembebasan lahan, yang terpenting berprogres sesuai kemampuan daerah,” pinta Febi.

Hadir mendampingi Sekda, Kepala Dishub Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing, Kepala Bappelitbangda Gerry Gregorius, Kabid Perhubungan Udara Dishub Ferry A Marpaung, Kabag Prokopim Christianus Arie Dedy Bang, Kabag Umum Fahrial Ansori. (Prokopim/len)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti