spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Kukar dan OIKN Sepakat Dorong Sektor Pertanian di Kukar

TENGGARONG – Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memantapkan diri, untuk menjadi daerah lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) dan juga Ibu Kota Nusantara (IKN). Terakhir, menggelar panen raya di Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, belum lama ini.

Upaya ini pun mendapat perhatian serius dari Badan Otorita IKN. Mendukung penuh komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung ketahanan pangan di IKN kelak. Bisa saja berlanjut, dalam bentuk kerja sama strategis antara Pemkab Kukar dan Badan OIKN.

Kesiapan pemenuhan pangan di IKN pun disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Sejumlah program di sektor  pertanian terus digelontorkan. Salah satunya peningkatan infrastruktur pendukung pertanian yang terus digenjot.

“Kukar merupakan pemasok utama beras di Kaltim mencapai 45 persen, dan ini akan terus kita tingkatkan, dengan men-support para petani dengan peralatan dan infrastruktur,” jelas Rendi, Jumat (15/9/2023).

Ini pun sejalan dengan beberapa langkah yang sudah diambil oleh Pemkab Kukar. Di antaranya menetapkan 5 kawasan pengembangan sektor pertanian di Kukar.  Antara lain, kawasan Kecamatan Sebulu-Muara Kaman, kawasan Kecamatan Tenggarong-Loa Kulu, kawasan Kecamatan Marangkayu.

BACA JUGA :  Potensi Parkir Berlangganan di Kukar Capai Puluhan Miliar, Dishub Cari Formulasi Pengelolaan

Juga di kawasan Kecamatan Tenggarong Seberang 1, kawasan Kecamatan Tenggarong Seberang 2. Dengan total hamparan luasan lahan pertanian mencapai lebih dari 8.000 hektare (ha).

“Sudah ada beberapa kecamatan yang kita tetapkan sebagai lokus pertanian khusunya sawah. Lahan-lahan yang ada akan dimaksimalkan lagi untuk menjadi lahan persawahan di wilayah inti IKN,” tutup Rendi.

Di sisi lain, Direktur Ketahanan Pangan OIKN, Setya P Lenggono, menerangkan kebutuhan pangan masyarakat di ibu kota baru tidak mungkin dapat dipenuhi oleh IKN sendiri. Menurutnya, daerah sekitar IKN yang akan punya peran besar dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat ibu kota.

“Tidak mungkin IKN dapat memenuhi pangannya sendiri. Ini harus terkonsolidasi dengan kabupaten dan kota di Kaltim, bahkan dengan provinsi di Kalimantan secara keseluruhan,” jelasnya.

Untuk mendukung ketahanan pangan di IKN, ia menilai harus ada komitmen dua arah. Yakni pertama komitmen dari petani sendiri, dan yang kedua komitmen dari OIKN. Bahkan Badan OIKN siap membuat regulasi yang berisi perlindungan terhadap lahan pangan berkelanjutan. Karena ini dirasa sangat perlu untuk memproteksi lahan pertanian dari upaya penyerobotan pemodal.

BACA JUGA :  Lara Bocah Tenggarong Ditinggal Ayah-Bunda karena Corona

“Nantinya melalui peraturan kepala kita buat regulasi terkait perlindungan lahan pangan berkelanjutan,” imbuhnya.

Tak kalah penting, adanya regenerasi petani di Kukar. Mengingat jumlah petani di Kukar yang tiap tahunnya menyusut. Dan yang ada saat inipun, sudah masuk dalam kategori berusia tua. “Semakin lama menyusut jumlahnya, usianya juga uzur. Harus ada regenerasi, petani milenial, petani yang punya semangat nasionalisme, bahwa menjadi petani itu keren, petani itu masa depan,” timpalnya.

“Kita harus ubah ini, petani itu keren, bisa pakai teknologi canggih. Tapi, tetap kita akan lihat dulu teknologi yang tepat guna, dan prosesnya harus melibatkan masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Muhammad Rafi’i
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img