spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pelaku Pesan Ganja Lewat WhatsApp, BNNK Samarinda Ungkap Peredaran Narkoba Via Ekspedisi

SAMARINDA– Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda menangkap seorang pria berinisial YD karena memesan ganja seberat 3 kg lewat WhatsApp. Dari hasil penelusuran BNNK, diketahui YD memesan ganja dari Sumatra Utara lewat seseorang berinisial AG. YD sendiri ditangkap saat mengambil paket ganja di jasa ekspedisi yang ada di Jl Jakarta, Sungai Kunjang, pada Senin (13/6/2022).

Kepala BNNK Samarinda, Kombes Pol Wiwin Firta memgungkapkan, setelah penjual (AG) memberi isyarat ganja ready stock (tersedia) akhirnya terjadi tawar menawar harga. YD dan AG akhirnya sepakat 1 kg ganja dihargai Rp 6 juta per kilogram. YD lantas mengirim uang ke AG (buron) sebesar Rp 18 juta.

“Kemudian, AG mengirim ganja tersebut melalui jasa ekspedisi. Rencananya ganja itu akan dikonsumsi secara pribadi dan sebagian lagi dijual kepada teman YD,” ucap Kombes Pol Wiwin saat menggelar pemusnahan barang bukti ganja di Kantor BNN Kota Samarinda, Kamis (23/6/2022).

Pengungkapan kasus ini, lanjut Wiwin, tidak lepas dari koordinasi yang baik pihaknya dengan Bea Cukai Samarinda, serta komitmen dari pengusaha ekspedisi di Samarinda yang turut serta mendukung program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

BACA JUGA :  Harga Minyak Goreng Tak Sesuai HET, Meroket di Kukar-Samarinda

“Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 114 (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada Ayat 1 ditambah 1/3 masa hukuman,” jelasnya.

Selanjutnya, barang bukti 3 kilogram ganja yang disita dari tangan YD langsung dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman kantor BNNK Samarinda. (vic)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img