spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pasien Sembuh Meningkat, Padilah: Saya Yakin Wabah Ini Bisa Berakhir

SAMARINDA – Data perkembangan kasus Covid 19 di Kaltim per 23 Juli 2021 menunjukkan kasus sembuh dari paparan corona Covid-19 kembali meningkat. Jumlahnya mencapai 808 kasus atau saat ini totalnya 81.872 kasus.

Menurut Kadis Kesehatan Kaltim Hj Padilah Mante Runa kondisi ini, selain para pasien selalu mengikuti protokol kesehatan (prokes) dan intruksi para tenaga kesehatan, juga adanya sikap dan semangat yang tertanam dalam diri para pasien. “Alhamdulillah, karena semua semangat, kasus sembuh terus meningkat. Semoga masyarakat lainnya juga. Insyaallah semangat sehat selalu ada,” sebut Padilah Mante Runa dalam keterangan persnya, Jumat (23/7/2021).

Namun demikian, diakui Padilah, dari update data perkembangan kasus Covid-19 per 23 Juli 2021, masih terjadi kasus terkonfirmasi positif corona. “Saya minta masyarakat tetap tenang dan jangan panik,” harapnya.

Karena itulah, pemerintah mengajak agar masyarakat tetap patuh meski pandemi masih terjadi dan selalu mentaati protokol kesehatan dalam beraktivitas. “Saya yakin wabah ini bisa berakhir, asal semua bersatu untuk taat protokol kesehatan. Termasuk selalu berdoa kepada Sang Pencipta Allah SWT,” jelasnya.

PEMBAHASAN DANA DARURAT

Gubernur Kaltim memimpin pembahasan dana darurat penaganan Covid 19. Rapat terbatas ini dihadiri oleh Wakil Gubernur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat HM Jauhar Efendi, pimpinan OPD lingkup Pemprov Kaltim dan direktur rumah sakit.

BACA JUGA :  Beda Pendapat Soal Langkah KPU Dalam Menindaklanjuti Rekomendasi Bawaslu yang Diskualifikasi Edi Damansyah

Isran mengatakan, bagaimana pun pemerintah memperbaiki dan menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan, baik rumah sakit, oksigen, kamar dan ruang ICU. “Kalau tidak di hulunya tidak dicegah, maka tidak ada gunanya dan tetap saja menjadi masalah bagi penanggulangan Covid-19 di daerah,” tegasnya.

Walaupun terus ditingkatkan fasilitasnya dan disiapkan tempat-tempat penanganan dengan fasilitas lengkap oleh pemerintah, seperti menambah kapasitas pusat karantina juga tempat tidur. “Jika dari hulunya tidak ada kesadaran, maka rumah sakit atau pusat karantina pasti akan penuh bahkan tidak mencukupi,” imbuhnya.

Terlebih lagi, tambahnya, saat ini keterbatasan tenaga kesehatan (dokter dan perawat), juga fasilitas berupa rumah sakit, ruang isolasi dan pusat karantina akibat lonjakan beberapa hari terakhir hampir merata terjadi di seluruh kabupaten dan kota se Kaltim. Maka satu-satunya cara, harap Isran Noor, masyarakat diimbau dan diminta tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam beraktifitas sehari-hari.  (hms/susanto)

 

16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img