Selasa, Maret 9, 2021

Pariwisata Kaltim Berkonsep Ekowisata, Masih Terkendala Infrastruktur, Adam: Tanpa Politik Anggaran, Sulit Maju

SAMARINDA – Sektor pariwisata sejak lama diwacanakan menggantikan pertambangan batu bara sebagai satu dari antara tulang punggung ekonomi Kaltim. Bukan tanpa alasan, Bumi Etam menyimpan begitu banyak potensi pariwisata. Sayangnya, sektor ini masih belum banyak berkontribusi terhadap struktur ekonomi provinsi.

Menukil data dari laman resmi Dinas Pariwisata Kaltim, jumlah kunjungan wisatawan di provinsi ini sebenarnya cenderung naik. Empat tahun terakhir sampai sebelum pandemi datang, atau pada 2016-1019, jumlah wisatawan yang bertandang ke Kaltim tercatat bertambah 15 persen. Pada 2016 Kaltim dikunjungi 5,98 juta orang. Sementara pada 2019, jumlah wisatawan sebanyak 6,94 juta orang.

Data-data kepariwisataan Kaltim yang dilansir Badan Pusat Statisik Kaltim juga menunjukkan beberapa kenaikan. Indikator pertama adalah tingkat penghunian kamar hotel berbintang. Pada 2018, tingkat hunian rata-rata sebesar 51 persen. Sedangkan pada 2019, angkanya naik menjadi 55 persen.

Indikator selanjutnya adalah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Sepanjang 2017-2019, jumlahnya fluktuatif  bahkan cenderung menurun. Pada 2017 ada 4.674 pelancong asing ke Kaltim, turun pada 2018 menjadi 2.658 wisatawan, dan 3.025 turis pada 2019.

Adapun indikator terakhir adalah lamanya wisatawan menginap di hotel berbintang. Sepanjang 2018-2019, rata-rata tamu menginap cenderung tetap yaitu antara 1,52 hingga 1,84 hari per wisatawan.

Meskipun terus berkembang, kontribusi sektor pariwisata terhadap struktur ekonomi Kaltim ternyata masih amat kecil. Gambarannya nampak dari produk domestik regional bruto (PDRB). Kegiatan yang berhubungan dengan sektor pariwisata seperti lapangan usaha penyedia akomodasi dan makanan minuman. Lapangan usaha ini hanya menyumbang Rp 6,6 triliun atau 1,02 persen dari keseluruhan PDRB, demikian data BPS Kaltim. Bandingkan dengan sektor penggalian dan pertambangan yang mendominasi struktur ekonomi provinsi. Andil sektor pertambangan mencapai 45,49 persen PDRB Kaltim.

BACA JUGA :  Pemprov Kaltim Perlu 15 Profesional, Isi Jabatan Komisaris dan Direksi BUMD

RENCANA INDUK PARIWISATA KALTIM

Pemprov Kaltim sesungguhnya telah menyusun konsep untuk memajukan sektor tersebut. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Sri Wahyuni, konsep yang dimaksud adalah pariwisata yang berbasis ekowisata. Ada unsur edukasi, pemberdayaan masyarakat, konservasi, serta menawarkan pengalaman kepada pengunjung.

Dinas Pariwisata telah menyusun pemetaan konsepnya. Pemetaan dimasukkan ke draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah. Raperda ini sudah masuk program legislasi daerah. Di dalamnya ada pembagian kawasan pariwisata Kaltim, kawasan strategis, dan kawasan pengembangan berdasarkan ekowisata. Dari pemetaan tersebut, positioning Kaltim dari potensi dan paket wisata akan lebih kuat. “Pariwisata memang diharapkan menjadi sumber ekonomi baru di masa depan,” terang Sri Wahyuni kepada kontributor Media Kaltim.

Sri Wahyuni menjelaskan, pariwisata unggulan Kaltim antara lain ekowisata bahari laut, sungai, dan mangrove. Ekowisata laut ada di Bidukbiduk (Berau) dan sekitarnya. Ekowisata sungai di Samarinda, Tenggarong, Tanjung Isui, dan sekitarnya (Kutai Kartanegara), serta Long Bagun, Ujoh Bilang, dan seterusnya (Mahakam Ulu). Sedangkan mangrove jadi wisata sekunder.

“Begitu yang kami usulkan di raperda tersebut,” papar perempuan yang sebelumnya memimpin Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara tersebut.

Ekowisata unggulan berikutnya adalah karst Sangkulirang-Mangkalihat. Ada pula ekowisata hutan yang berisi satwa liar khas Kalimantan seperti orangutan, beruang madu, bekantan, dan aneka burung. Ekowisata tersebut terletak di Samboja, Penajam, Balikpapan, Paser, Sangatta, dan Bontang.

Seluruh paket pariwisata di atas, lanjut Sri Wahyuni, sudah dijual dan dikenal. Meski demikian, perlu penguatan label sebagai ekowisata lewat branding Kaltim sebagai Paradise of The East.

BACA JUGA :  Tak Ada Anggaran, Santunan Kematian Rp 15 Juta Bagi Pasien Covid Disetop

Menuju tempat wisata Lamin Guntur, Berau, harus melalui jalan tanah yang licin.

KENDALA INFRASTRUKTUR
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Muhammad Adam, mengatakan raperda pariwisata yang dimaksud sudah pernah dibahas. Adam menjadi anggota panitia khusus raperda tersebut. Menurutnya, draf yang disampaikan pemprov belum mengakomodasi kepentingan kabupaten/kota. Balikpapan, sebagai contoh, tidak masuk pariwisata laut dan teluk sebagai unggulan. Sebagai legislator dapil Balikpapan, Adam menolak raperda tersebut.

BACA JUGA :  Tak Ada Anggaran, Santunan Kematian Rp 15 Juta Bagi Pasien Covid Disetop

Di samping itu, pemprov diminta lebih berani mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk meningkatkan infrastruktur terutama akses destinasi wisata. Wisatawan tentu akan membandingkan dengan destinasi di tempat lain. Tanpa politik anggaran, sektor pariwisata Kaltim sukar maju. Apalagi jika Kaltim ingin pariwisata menjadi alternatif pengganti sektor pertambangan.

“Kami di DPRD Kaltim pasti mendukung jika diusulkan pemprov. Tapi saya tak pernah lihat keberpihakan alokasi anggaran yang cukup untuk pariwisata,” paparnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Slamet Brotosiswoyo, satu suara. Menurutnya, infrastruktur pariwisata perlu ditingkatkan. Sebelum sumber daya alam Kaltim habis, pariwisata harus sudah berkembang. Slamet mengingatkan, pengelolaan paket pariwisata harus profesional. Ia mencontohkan pengalamannya berlibur ke Bangkok, Thailand. Begitu tiba di bandara, ia dijemput ke hotel. Perjalanan wisata diatur dengan rapi dan mengesankan hingga ketika pulang ke bandara lagi.

“Kalau bisa mengelola paket wisata dengan profesional, kemungkinan Kaltim menjadi destinasi alternatif selain Danau Toba atau Bali. Lagi pula nanti ibu kota negara di Kaltim,” ucap pebisnis yang hobi bermain golf itu.

Rencana pengembangan pariwisata disebut paralel dengan pembangunan IKN. Kaltim perlu bandara bagus di daerah dan peningkatan kualitas jalan. “Di daerah itu, kalau ada pariwisata, ekonominya pasti tumbuh berkembang. Kalau tambang, yang menikmati hanya pemodal. Bukan masyarakat setempat,” tegas Slamet.

KOORDINASI UNTUK MASALAH INFRASTRUKTUR
Menanggapi masalah infrastruktur, Dinas Pariwisata Kaltim menjelaskan, telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim serta Dinas Perhubungan Kaltim. Menurut Sri Wahyuni sebagai kepala Dispar Kaltim, provinsi ini dulu punya tujuh kawasan pengembangan pariwisata. Sementara saat ini, Kaltim punya tiga kawasan strategis dengan tiga kawasan pengembangan.

BACA JUGA :  Sopir Vendor Bank Bobol Uang ATM, Gelapkan Rp 286,95 Juta untuk Modifikasi Kendaraan

Dari data tersebut, daya tarik setiap destinasi akan diperinci sebagai pedoman Dinas PUPR Kaltim dan Dishub Kaltim. Kedua instansi tersebut akan membantu infrastruktur yang mendukung pariwisata.

“Kami sudah berkoordinasi tetapi infrastruktur tak bisa setahun dua tahun. Yang terpenting, perencanaan harus kuat dulu,” jelas Sri Wahyuni. Ia yakin, majunya sektor pariwisata setidaknya memberikan dua dampak. Pertama, kontribusi bagi daerah, kedua adalah pendapatan langsung bagi masyarakat.

Pemprov dapat mengintervensi dengan memicu pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah dan rencana strategis provinsi, Dispar Kaltim mengusulkan dua indikator. Pertama, laju pertumbuhan pajak hotel dan restoran milik kabupaten/kota. Jika bagus, artinya masyarakat mendapat manfaat. Indikator itu dianggap jauh lebih besar dari angka rupiah yang tercatat dalam kontribusi PDRB.

Kedua, neraca satelit pariwisata daerah. Dispar Kaltim biasanya berkolaborasi dengan BPS untuk menyusun data konstan konsumsi pariwisata. Dari situ akan terlihat dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat seperti perputaran uang di sektor hulu dan hilir. (kk/red)

CHANNEL MEDIA KALTIM
Video thumbnail
Baru Setahun, AHY Didongkel
00:36
Video thumbnail
Detik-detik Belah Perut Buaya Keluarkan Tubuh Bocah 8 Tahun di Bengalon
03:28
Video thumbnail
Kembali Hujan Lebat, Bontang Dikepung Banjir
00:52
Video thumbnail
Lagi, Kecelakaan Maut di Jalan Poros Samarinda Bontang, Pengemudi Tewas di Tempat
00:55
Video thumbnail
DKPP Copot Ketua KPU Kukar Buntut Tidak Jalankan Rekomendasi Bawaslu RI
01:19
Video thumbnail
Jelang Magrib, Kota Raja Membara
00:27
Video thumbnail
Pasca Kebakaran Pasar Loktuan Dini Hari, Beginilah Suasana Menyedihkan Rabu (10/2) Pagi Ini
02:52
Video thumbnail
Dini Hari, Kebakaran Hebat di Pasar Loktuan Bontang
02:13
Video thumbnail
BREAKING NEWS: Pasar Loktuan Terbakar Subuh Ini
00:40
Video thumbnail
Astaga, Fuso Angkut Tabung Elpiji Terguling di Poros Bontang-Samarinda, Begini Kejadiannya
01:11
Video thumbnail
Efektifkah Lockdown di Akhir Pekan? Begini Pendapat dokter Tirta dan Suasana di 2 Kota
03:14
Video thumbnail
Beginilah Suasana Bontang Hari Ini yang Menerapkan Kaltim Silent
02:27
Video thumbnail
Panic Buying di Pasar Thamrin dan Pasar Seng jelang Instruksi Kaltim Steril
01:32
Video thumbnail
Breaking News: Kecelakaan Maut di Simpang Bontang-Sanggatta, Sopir Tewas
00:34
Video thumbnail
Jelang Kaltim Steril, Warga Serbu Pasar
00:38
Video thumbnail
Jalan Tanah Datar Makin Hancur, Sopir: Jalan Poros Samarinda-Bontang Banyak yang Rusak
01:44
Video thumbnail
Kebakaran di Kecamatan Sebulu Kukar
00:18
Video thumbnail
Kapal Membawa 17 Penumpang Tenggelam di Mahulu, Begini Kejadiannya
00:31
Video thumbnail
TPI Tanjung Limau, Jadi Tempat Favorit 'Berburu' Ikan Segar
01:24
Video thumbnail
Kasus Covid Masih Tinggi, Sarana Olahraga di BSD Ditutup, Hanya untuk Jogging
01:01
Video thumbnail
Ketika Tenaga Kesehatan di Kutim Jalani Vaksinasi
01:19
Video thumbnail
Pelepasan terakhir Jenazah Thohari Azis oleh Istri, Keluarga dan Kerabat
02:45
Video thumbnail
Rusak Jalan Poros Bontang-Samarinda, Warga Mengeluh
00:34
Video thumbnail
Kondisi Terkini Tanah Datar Poros Bontang - Samarinda, Macet hingga 1 Km
00:40
Video thumbnail
BREAKING NEWS: Sidang MK, Dijaga Ketat, yang Ikut Sidang Wajib Tes Swab PCR
01:16
Video thumbnail
Vaksin diterima Satgas Gugus Covid Bontang dari Pemprov Kaltim
01:24
Video thumbnail
BREAKING NEWS: Truk Terjebak di Kubangan, Macet Panjang
01:00
Video thumbnail
Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel dari Warga Kaltim
02:46
Video thumbnail
Banjir Landa Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, Tarparah dalam Sejarah, Ribuan Rumah Terdampak
01:40
Video thumbnail
Hari Kelima, Temukan Bangkai Kapal
00:25
Video thumbnail
Yusuf Mansyur: Syekh Ali Jaber Meninggal, Mohon Doanya
05:47
Video thumbnail
Wajah Suram Stadion Utama Palaran, Perbaikan Butuh Ratusan Miliar Lagi
01:37
Video thumbnail
Detik-Detik Ditemukannya FDR Black Box Sriwijaya Air SJ 182
02:51
Video thumbnail
Cuaca Buruk, Nelayan yang Hilang Belum Ditemukan
00:44
Video thumbnail
Pencarian Nelayan Hilang di Bontang, Sampai Senin (11/1/2021) Pagi Ini Belum Ditemukan
00:32
Video thumbnail
Hobi Mancing Keluarga Bawaslu
03:13
Video thumbnail
Detik-detik ditemukannya puing Pesawat Sriwijaya Air SJ182
00:32
Video thumbnail
Sisir Pulau Lancang dan Pulau Laki
00:48
Video thumbnail
Longsor dan Jalan Ambles di Loa Janan Km 6
00:37
Video thumbnail
Cerita Penjual CD/DVD yang Masih Bertahan di Kota Bontang
02:03
Video thumbnail
Apa pernah singgah di Musala Nurul Hidaya Poros Bontang-Samarinda, Beginilah cara Suparmin membangun
02:20
Video thumbnail
Selamat HUT Ke-33 Kaltim Post
00:54
Video thumbnail
Cara SDN 003 Bontang Utara Bagi Rapor di Tengah Pandemi Covid Pagi Ini...
01:24
Video thumbnail
Ingin Perjalanan ke Biduk-Biduk? Begini kondisi jalannya di tutup tahun 2020
02:15
Video thumbnail
Menikmati Sunset dan Pasir Putih di Lamin Guntur
02:18
Video thumbnail
Beginilah Cara Disdamkartan Mengevakuasi Buaya 2,5 Meter
00:28
Video thumbnail
Sensasi Pulau Kakaban, Kondisi Terkini
02:03
Video thumbnail
Labuan Cermin, Tetap Ramai Dikunjungi di Liburan Awal Tahun 2021
02:34
Video thumbnail
Pulau Derawan, wisata sehat di Akhir Tahun 2020
02:27
Video thumbnail
Terkini, Pelestarian Penyu di Pulau Sangalaki
01:49
Video thumbnail
Beginilah Kondisi Terkini Poros Jalan Bontang-Kutim-Berau, 28 Des 2020
01:45
Video thumbnail
Grand Opening Point Caffe Indomaret Simpang 3 Bontang
01:42
Video thumbnail
Kejar Target
01:14
Video thumbnail
Gara-gara Tegur Pedagang, Sekuriti Pasar Rawa Indah Dihajar Piring, Terekam CCTV
00:59
Video thumbnail
Jalan Putus di Wahau Sudah Bisa Dilintasi
00:56
Video thumbnail
Jalan Ambles di Muara Wahau, Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Macet 3 Kilometer
01:07
Video thumbnail
Libatkan 50 Petugas, KPU Lakukan Pelipatan dan Penyortiran 126.916 Surat Suara
02:57
Video thumbnail
Ditangkap di Pelabuhan Badak LNG, Buaya 3 Meter Dievakuasi Disdamkartan
02:42
Video thumbnail
Jembatan Dondang Muara Jawa Retak, Diduga Ditabrak Tongkang Minggu Malam
00:50
Video thumbnail
Satu Media Online Dilaporkan ke Bawaslu
02:17
Video thumbnail
Debat Publik Calon Wali Kota Bontang, Neni – Joni Peserta Pertama yang Datang ke Lokasi Debat
01:19
Video thumbnail
LIBUR MAULID DI PANTAI AMAL PENAJAM PASER UTARA
03:22
Video thumbnail
PRIA GANTUNG DIRI GEGERKAN WARGA BONTANG
00:20
Video thumbnail
Debat Calon Wali Kota Bontang Ditunda ! Ini Alasan KPU
02:12
Video thumbnail
Gempa Dasyat dan Tsunami Kecil Guncang Turki, Dilaporkan Sudah 14 Orang Tewas
02:11
Video thumbnail
Persahabatan Ambo dengan Buaya Riska, Hidup Berdampingan selama 14 Tahun
02:58
Video thumbnail
Pulau Gusung Tenggelam, Warga Ketakutan
01:26
Video thumbnail
Proyek 2 Tahun Lalu, Masjid Terapung di Bontang Kuala Kian Mencuat
02:56
Video thumbnail
Rawan kebakaran, Jalan Masuk Bontang Kuala akan Dicor
02:12
Video thumbnail
Tolak Omnibus Law, Ratusan Massa Duduki Kantor DPRD Bontang
01:39
Video thumbnail
Bersembunyi di Lantai Rumah, Piton Sepanjang 2 Meter Ditangkap Disdamkartan
01:11
Video thumbnail
Diiringi Hujan Gerimis, Basri- Najirah Daftar Ulang Gantikan Alm Adi Darma
01:20
Video thumbnail
Pernyataan Lengkap Ketua Tim Pemenangan Rekomendasikan Istri Adi Darma Jadi Calon Wawali Bontang
03:00
Video thumbnail
Rektor Unmul Nyatakan Sudah Sembuh dari Covid
02:12
Video thumbnail
Adi Darma Meninggal setelah Jalani Perawatan 8 Hari di RSUD Taman Husada
02:56
Video thumbnail
Perkembangan Kasus Covid 28 September 2020. Pjs Walikota Bontang Riza Indra Riadi ikut hadir
01:53
Video thumbnail
Satgas Resmi Umumkan Adi Darma, Calon Wali kota Bontang Positif Covid 19
02:14
Video thumbnail
Kecelakaan di Bundaran Sintuk Bontang, Ini Detik-Detik Tabrakan Dua Mobil Agya..
01:03
Video thumbnail
Penangkapan Buaya 3 Meter yang Serang Bocah di Loktuan Bontang
00:44
Video thumbnail
Plafon Pasar Tamrin Disebut Ambruk Lagi, Ternyata Sengaja Diruntuhkan
01:31
Video thumbnail
Adi Darma Diwakilkan, Dapat Nomor 1 Basri Sebut Keberuntungan, Nomor 2 Bagi Neni Dua Periode
01:49
Video thumbnail
Berebut Nomor, Adi-Basri Nomor 1, Neni-Joni Nomor 2
02:15

PEMASANGAN IKLAN : 0811-5405-033

BERITA POPULER