Pariwisata Harus Disiapkan Maksimal sebagai Penyumbang PAD

PHOTO 2025 10 23 14 12 58

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau harus gencar mempersiapkan pariwisata. Pasalnya, kini penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) berasal dari pertambangan.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menegaskan, pariwisata dapat diandalkan ketika sektor tambang sudah tidak lagi berproduksi tinggi.

“Pariwisata harus jadi tumpuan pasca tambang, maka dari itu eksekutif, legislatif hingga kalangan masyarakat harus bersama menyiapkan wisata,” ungkapnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis harus benar-benar menyiapkan pariwisata secara maksimal.

“Promosi harus digencarkan, karena jika wisata yang kita miliki dikenal hingga mancanegara, tentunya bisa menggantikan tambang sebagai penyumbang besar PAD,” imbuhnya.

Meskipun promosi membutuhkan anggaran yang besar, lanjut Sutami, langkah tersebut akan lebih efektif dalam menjangkau wisatawan baru.

“Kami ingin Disbudpar melakukan promosi di tempat-tempat umum dan transportasi umum, baik di kota besar maupun di bandara. Ini bukan hanya untuk wisatawan yang sudah pernah ke Berau, tetapi untuk mereka yang belum mengenal Berau,” terangnya.

Sutami juga mendukung rencana pemisahan Dinas Pariwisata dengan Dinas Kebudayaan agar kedua sektor tersebut dapat lebih fokus dalam pengelolaannya.

“Menurut saya, pemisahan antara pariwisata dan kebudayaan akan lebih maksimal. Kedua sektor ini memiliki peran penting dan tantangan yang berbeda, sehingga perlu pengelolaan yang lebih spesifik,” katanya.

Lebih lanjut, Sutami menyampaikan bahwa Komisi II DPRD Berau membuka ruang untuk mendukung pariwisata, termasuk dari sisi anggaran.

“Alhamdulillah, semua anggota Komisi II sangat mendukung pariwisata. Sekecil apa pun anggaran yang masuk, itu sangat dibutuhkan. Kami juga terus memberikan masukan kepada Dinas Pariwisata, begitu juga sebaliknya,” bebernya.

Kendati demikian, politikus Gerindra ini menegaskan bahwa penguatan pariwisata bukan hanya soal promosi atau infrastruktur, tetapi juga memastikan keberlanjutan sektor ini sebagai tulang punggung ekonomi Berau di masa depan.

“Pariwisata bukan sekadar jualan semata. Ini adalah persiapan kita ke depan, sehingga harus dikelola secara serius dan berkesinambungan,” tutupnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.