spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pamit Bekerja ke Balikpapan, Pemuda Bontang Jadi Korban Terjangan Gelombang Laut di Perairan Kalbar, Ini Harapan Keluarga

BONTANG – Satu lagi warga Bontang dikabarkan menjadi korban terjangan gelombang besar yang melanda Perairan Pontianak, dua pekan lalu. Korban berikutnya bernama Riskang, pemuda asal Jl Tipalayo RT 35 Berebas Tengah, Bontang Selatan.

Pria 20 tahun ini diduga kuat menjadi salah satu korban terjangan gelombang laut, saat tengah bekerja di sebuah pulau di Mempawah, Kalbar. “Saya berharap adik saya, Riskang masih hidup dan bisa kembali,” harap Aslan, kerabat Riskan saat menghubungi redaksi mediakaltim.com, Selasa (27/7/2021).

Aslam menceritakan, awalnya kepada kedua orang tua dan kakaknya, Riskang pamit untuk bekerja di Balikpapan. Namun baru beberapa hari tinggal di Kota Minyak, adiknya itu kembali menelepon, seraya menyebut akan ke Mempawah, bekerja di proyek pembangunan mercusuar.

“Sebenarnya adik saya pamit dari rumah mau kerja di Balikpapan. Tapi baru berapa hari disana, dia menelepon lagi mau pergi ke Menpawah-Pontianak. Kerja di sana, katanya untuk cari pengalaman,” ucap Aslan.

Riskang (tiga dari kiri)

Aslan melanjutkan, kabar Riskang jadi korban terjangan gelombang laut diketahui tiga hari setelah kejadian. Itupun diketahui dari keluarga teman kerja Riskang, yang selamat dari musibah itu. “Saya tahu dari keluarga Muliadi (teman kerja korban) yang selamat,” ungkap Aslan.

Walau sudah 2 minggu hilang tanpa kabar, Aslan dan keluarga besar korban masih berharap Riskang bisa ditemukan. Masalahnya, saat kejadian korban tak membawa handphone. Aslan meminta bagi siapapun yang menemukan sang adik untuk menghubunginya di nomor 081282513648.

Pekan lalu, Irfan (17), siswa kelas 11 SMK Cendekia, Bontang juga dilaporkan hilang akibat terjangan gelombang laut yang melanda Perairan Kalimantan Barat, pada Selasa (13/7/2021) malam hingga Rabu (14/7/2021). Irfan dilaporkan hilang saat menjadi ABK kapal nelayan. Irfan bukan sebagai nelayan, seperti yang diberitakan sebelumnya.

Gelombang besar melanda puluhan kapal nelayan dan termasuk pekerja proyek rambu suar di, Mepawah, Pontianak. Kepala Badan SAR Nasional Pontianak, Yopi Haryadi, mengatakan operasi pencarian terhadap pekerja rambu suar di Mempawah sudah dilakukan bersamaan dengan kecelakaan kapal yang tenggelam.

Operasi dilaksankan selama 7 hari sesuai aturan operasi SAR dan semua unsur sudah ditarik kembali. “Operasi penyisiran sudah dilakukan bersamaan dengan kapal tenggelam, operasi dilakukan selama 7 hari sesuai aturan operasi SAR dan kami perpanjang 3 hari jadi selama 10 hari kami hanya menemukan 1 orang, sampai seluruh unsur sudah kami tarik kembali,” kata, Yoppi.

Hingga pekan lalu, pejabat berwenang Kalbar menyebutkan, bencana gelombang laut pertengah Juli lalu, mengakibatkan 17 kapal tenggelam dihantam badai, dimana korban jiwa belasan orang dan puluhan orang dinyatakan hilang. (prs/red2)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img