spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Niat Baik Berujung Kekecewaan, Beli Oksigen Lewat Online, Warga Balikpapan Tertipu Jutaan

BALIKPAPAN – Mengetahui banyak rekannya menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19 membuat Paulus, 40 tahun, nelangsa. Ia pun merasa mesti ikut memperbaiki kondisi ini. Kepada teman-temannya yang sedang berjuang melawan Covid-19, Paulus memberikan setitik cahaya. Oksigen buatan segera disiapkannya dalam waktu dekat.

Memilih oksigen sebagai bantuan bukan tanpa alasan. Bagi Paulus, oksigen pasti sangat dibutuhkan para penderita Covid-19. Tanpa udara buatan, pikir pria yang tinggal di Balikpapan Selatan itu, akan berbahaya buat pasien Covid-19 yang bergejala berat dan memiliki saturasi di bawah 90.

Paulus memulai misi kemanusaiannya itu dengan mengorek-ngorek dunia maya, Rabu (21/7/2021) malam. Tak butuh lama, ia segera menemukan unggahan penjual oksigen untuk area Balikpapan dan sekitar di toko online. Sebuah pesan bernada membutuhkan oksigen ditinggalkannya di kolom komentar post tersebut.

Sekitar 1,5 jam kemudian, pesannya berbalas. Si pemilik unggahan menjawab komentar Paulus dengan meninggalkan nomor WhatsApp-nya. Dengan harapan, komunikasi terkait transaksi pembelian oksigen berlanjut di aplikasi perpesanan itu.

Keesokan harinya, Paulus mengirim pesan ke WhatssApp. Isinya, menanyakan stok tabung oksigen kapasitas 1,5 meter kubik lengkap dengan likuidnya. Pertanyaan tersebut dijawab melalui pesan suara. Di balik pesan tersebut, terdengar suara pria berkata, “Oksigen 1,5 kubik sedang kosong. Tinggal yang 1 kubik.”

Jawaban itu membuat Paulus percaya penjual oksigen bukan penipu. Kepercayaannya semakin tinggi ketika si penjual mengaku sedang mempersiapkan pengiriman orderan oksigen ke Samarinda. Jika Paulus jadi memesan, si penjual menjanjikan akan mengirim pesanan Paulus ke rumahnya bersamaan dengan pesanan di Samarinda.

Paulus lantas memesan tabung oksigen kapasitas 1 meter kubik lengkap dengan likuid dan perlengkapan regulatornya. Untuk satu paket oksigen dibanderol Rp 2.150.000. Si penjual segera memberikan nomor rekening BRI untuk transaksi pembelian. “Saya pesan dua paket,” sebut Paulus kepada kaltimkece.id jaringan mediakaltim.com, Kamis (29/7/2021).

Menjelang siang, Paulus mengirim uang senilai Rp 4,3 juta ke rekening penjual untuk menebus dua paket oksigen. Akan tetapi, hingga detik ini, pesanan itu tak pernah datang. Hancur perasaan Paulus ketika sadar dirinya telah ditipu. Berdasarkan informasi yang dikumpulkannya, ia bukan satu-satunya korban penipuan ini.

“Besoknya, saya cek lagi akunnya di toko online. Ada keterangan dilarang bertransaksi di akun tersebut. Artinya, sudah ada yang melapor juga,” ungkapnya.

Melalui rekannya yang bekerja di BRI, Paulus sempat mengecek rekening yang diberikan si penjual oksigen palsu. Hasilnya, uang di rekening tinggal Rp 50 ribu. Meski telah ditipu, Paulus tak memperkarakan kasus ini ke ranah hukum. Ia hanya menjadikan sebagai pelajaran berharga dalam hidupnya.

“Kalau mau berbelanja di online, sebaiknya bertransaksi melalui COD (pembayaran di tempat),” pesan Paulus.

Kepala Satuan Reserse Kriminal, Kepolisian Resor Kota Balikpapan, Komisaris Polisi Rengga Puspo Saputro, menyebut pihaknya belum menerima laporan terkait penipuan oksigen. Hanya saja, dia memastikan, kepolisian segera menyelidiki kasus tersebut agar tidak ada korban selanjutnya. Cara agar publik bisa menghindari kejahatan seperti ini turut disampaikannya.

“Jika hendak membeli oksigen, sebaiknya, beli di distributor oksigen resmi. Karena pembelian lewat online, profiling penjualnya memang sering fiktif,” ujar Kompol Rengga. (kk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img