spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Nasib ISBI Kaltim di Ujung Tanduk, Kemendikbudristek Tak Lagi Kucurkan Dana, 91 Mahasiswa Harus Lulus Tahun Depan

TENGGARONG – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim saat ini berkampus di gedung UPTD Disdikbud Kaltim. Terletak di kompleks Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Sejak 2018, keberadaannya tak lagi mendapat pembiayaan kementerian.

Lembaga yang kini bernama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), juga telah mengimbau perguruan tinggi tersebut tak lagi menerima mahasiswa baru.

Terkait persoalan itu, Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta yang masih membawahi ISBI Kaltim, melaksanakan rapat koordinasi dengan Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim. Kelanjutan ISBI Kaltim dibahas di Jogjakarta, Sabtu, 19 Juni 2021. Pemkab Kukar diwakili Plt Kepala Disdikbud Kukar Slamet Hadiraharjo.

“Inti dalam pertemuan itu adalah koordinasi antara lembaga untuk penyelamatan ISBI Kaltim,” sebut Slamet kepada kaltimkece.id jaringan mediakaltim.com, Selasa (22/6/2021).

Tak lagi dibiayai sejak 2018, kelanjutan pengajaran di kampus itu hingga kini belum menemui kepastian. Imbauan tak menerima mahasiswa baru akhirnya harus ditempuh. “Bila ingin menerima mahasiswa baru, silakan gunakan anggaran daerah,” lanjut Slamet.

Menurutnya, keputusan kementerian mengimbau ISBI Kaltim tak menerima mahasiswa baru, sama saja mengakhiri eksistensi institut kesenian satu-satunya di Kalimantan itu. Padahal, tak sedikit alumnus dari kampus tersebut bisa dikatakan berprestasi. “Ada yang menjadi dosen di universitas ternama,” imbuhnya.

Saat ini terdapat 91 mahasiswa aktif di ISBI Kaltim dari berbagai angkatan dan jurusan. Diperkirakan lulus 31 orang tahun ini. Sisanya, mesti bisa lulus pada 2022. “Kalau belum bisa menyelesaikan studinya, mau gak mau harus pergi ke ISI Jogja,” ucap Slamet.

Besar harapan ada komunikasi lanjutan dengan Kemendikbudristek terkait kelangsungan ISBI Kaltim. Apalagi tak sedikit keperluan institut seni tersebut selama ini dipenuhi pemerintah daerah. Di antaranya menyediakan fasilitas kampus sementara hingga lahan pembangunan kampus seluas 30 hektare di Kecamatan Tenggarong Seberang. “Tinggal bangun fisiknya, tetapi terancam harus dihentikan,” sesalnya.

Sementara itu, koordinator pendidikan ISBI Kaltim, I Wayan Dana, menyebut pemerintah daerah bakal segera melakukan pertemuan daring dengan Mendikbudristek serta ISI Jogjakarta membahas kelanjutan kampus. Salah satu poin utama yang bakal dibahas adalah regulasi pembiayaan.

Menurutnya, Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar menunjukkan keseriusan menjalankan ISBI Kaltim secara mandiri. Pemprov juga disebut sempat menyatakan kesiapan memfasilitasi dan menanggung biaya operasional ISBI Kaltim. “Jadi kita minta legal formal dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (kk)

16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img