spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Monitoring dan Audit Kasus Stunting, Orang Tua  dan Lingkungan Pengaruhi Perkembangan Bayi

BONTANG – Monitoring dan audit kasus stunting kembali dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB (DPPKB) Kota Bontang, Selasa (5/12/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Lokus dalam kegiatan ini ada wilayah kecamatan Bontang Selatan, khususnya kelurahan Tanjung Laut Indah dan Tanjung Laut. Kemudian di Kecamatan Bontang Utara ada Kelurahan Bontang Baru, Bontang Kuala dan Guntung. Total terdapat 23 kasus dari seluruh wilayah tersebut.

Kepala bidang Pengendalian Penduduk dan Berencana DPPKB Bontang, Hernawati mengatakan hasil monitoring dari tata laksana yang direkomendasikan oleh dokter sudah dijalankan dengan maksimal. Contoh ada anak yang harus dipantau 3 bulan atau pemeriksaan laboratorium, dan sebagiannya tentu sudah ditindaklanjuti

“Selama audit ini tidak menambah dahulu kasus, tetapi menyelesaikan yang ada, nanti tahun depan tentu kita akan pantau bergilir,” jelasnya

Dari sekian kasus, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan dari mereka mengalami peningkatan dari berat badan, dan hal tersebut dinilai baik, walaupun kenaikan tersebut tidak signifikan bayi-bayi tersebut sudah mendapatkan asupan rutin yang diberikan pemerintah.

BACA JUGA :  Polres Bontang Tangkap 2 Pengetap BBM Bersubsidi dan 4 Operator SPBU

Adapun tanggapan salah satu narasumber, yakni dr. Mohammad Thoufik Hidayat,Sp.A,  selaku dokter anak yang juga ikut memantau perkembangan balita menjelaskan terdapat beberapa anak dengan beberapa kasus yang mengiringi stunting, seperti TBC, dan juga gizi buruk.

Bila dilihat dari lingkungan sekitar mereka, dominan dari mereka sering terpapar asap rokok dan lainnya. Sehingga tidak cukup hanya ibu yang memiliki bayi yang berperan tapi juga masyarakat sekitarnya.

Ada juga yang stunting saja, ada yang stunting dan gizi buruk. Kemungkinan anak yang stunting bisa terkena gizi buruk, tapi tidak semua. Yang paling penting itu dari berat badan dulu sehingga tidak perlu sering mengukur tinggi badan 3 bulan sekali cukup.

Salah satu kendala yang didapat di lapangan yang membuat berat badan bayi tidak meningkatkan pemberian PMT yang tidak dibarengi dengan pemberian makanan daru orang tua, pemberian makan sehari-hari untuk snack juga harus dilakukan, bukan berarti setelah dapat PMT tidak dibuatkan makanan lagi.

“Nah ini ternyata beberapa ibu lakukan, tetap dibarengi cemilan dari orang tua, bukan berhenti karena sudah dapat PMT,” jelasnya.

BACA JUGA :  KRYD Masih Berlanjut, Warga Setelah Bepergian Diminta Tes Covid-19 Mandiri

Untuk kasus pada calon pengantin dan ibu hamil para narasumber memastikan bahwa mereka sudah cukup mengerti dan tidak ada kendala dalam penerapan agar tidak ada bayi berisiko stunting.

Penulis: Syakurah
Editor: Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img