spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengharukan! Kisah Prajurit Yonif Raider 600/Modang setelah Misi Panjang di Papua

BALIKPAPAN – Setelah menjalani misi pengamanan yang berat selama 14 bulan di wilayah Papua, sebanyak 450 prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 600/Modang Kodam VI Mulawarman akhirnya pulang ke markas mereka.

Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, menyambut langsung kedatangan mereka di Lapangan Markas Komando Yonif Raider 600/Modang di Kota Balikpapan.

Namun, yang membuat momen ini begitu mengharukan adalah ketika istri dan anak-anak prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 600/Modang Kodam VI Mulawarman turut hadir untuk menyambut kepulangan para suami dan ayah mereka.

Meskipun awalnya tugas mereka hanya direncanakan selama 9 bulan, perpanjangan tugas hingga 14 bulan telah membawa mereka melalui pengalaman yang penuh dengan dinamika dan tantangan yang luar biasa di tanah Papua.

Komandan Yonif Raider 600/Modang, Letkol Inf Karuniawan Hanif Arridho menceritakan selama 14 bulan, prajurit Yonif Raider 600/Modang menjalankan tugas sebagai Satgas Pamtas di wilayah Papua, mencakup Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat, dan Yahukimo, dengan berbagai dinamika dan tantangan.

BACA JUGA :  Setahun 20 Ton Timbal Cemari Kaltim, Kurangi Polusi Udara Pertamina Terus Batasi Penggunaan Premium 

“Ikhtiar kami selama bertugas di Papua sangat beragam, dengan segala suka dan duka. Namun, yang paling berkesan adalah saat saya membawa semboyan ‘Saya Saudara Kalian dari Kalimantan’, ini benar-benar menciptakan kedekatan dengan masyarakat setempat,” jelasnya.

Prajurit Raider 600/Modang berhasil mengembalikan pengungsi dari Distrik Suru-Suru yang telah meninggalkan kampung mereka selama lebih dari satu tahun akibat penyerangan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) di wilayah Yahukimo.

“Salah satu distrik di sana sudah lama ditinggalkan oleh penduduknya karena adanya serangan. Itu seperti kota mati. Namun, berkat kewaspadaan kami, terutama anggota saya, Danpos Suru-suru, Kapten Inf Gilang Ramadhan, serangan tersebut dapat dicegah. Seiring waktu, warga pun mulai kembali,” tambah Komandan Yonif Raider 600/Modang.

Selama bertugas di sana, mereka melakukan berbagai kegiatan seperti memberikan pasokan air bersih, pemeriksaan kesehatan, hingga memasak bersama, yang semuanya menciptakan kedekatan yang kuat antara prajurit dengan warga setempat.

BACA JUGA :  Rumah Rubuh Tiba-tiba Kejutkan Warga di Klandasan Ilir

“Kami sudah sangat dekat dengan warga setempat, sehingga hampir 3 desa melepas kepergian kami saat kami pulang,” ujar Karuniawan Hanif Arridho.

Di tempat terpisah, Danpos Suru-Suru, Kapten Inf Gilang Ramadhan, berbagi pengalaman teringat saat komunikasi dengan pos jaga di Suru-Suru dan Yahukimo terputus.

“Saat itu, saya harus benar-benar siaga dan meningkatkan kewaspadaan, karena tidak bisa berkomunikasi dengan pimpinan dan keluarga di Balikpapan. Mereka sangat khawatir. Namun, Alhamdulillah, kami selamat dan komunikasi dapat pulih dalam 3 hari,” tuturnya. (Bom)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus Susanto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img