spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengenang Jasa Pahlawan, Andi Harun Berpesan Jangan Jadi Pengkhianat Bangsa

SAMARINDA – Jajaran Pemerintah Kota Samarinda beserta aparat gabungan TNI-Polri menggelar apel kehormatan dan renungan suci teruntuk para pahlawan yang telah gugur di Taman Pahlawan Samarinda, Rabu (17/8/2022) tepat pukul 00.01 wita.

Apel kehormatan tersebut digelar sebagai bentuk mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan pemberian hormat kepada para pahlawan merupakan tradisi setiap tahun.

“Ini tradisi setiap HUT Kemerdekaan dan ini semua dimaksudkan agar kita memiliki empati tidak terputus dengan sejarah atas apa yang kita nikmati hari ini,” ucapnya saat diwawancarai awak media usai kegiatan apel kehormatan.

Andi Harun mengatakan, penting bagi seluruh warga Indonesia untuk menghormati perjuangan para pahlawan yang telah gugur. Sebab yang dinikmati hingga saat ini merupakan hasil perjuangan mereka.

“Indonesia merdeka itu atas perjuangan para pahlawan sehingga jasanya harus kita kenang. Pertama, dengan mengisi pembangunan di era kemerdekaan dengan sungguh-sungguh, penuh kejujuran dan hormat yang tinggi kepada bangsa dan negara ini,” ungkapnya.

“Kedua, kita diingatkan (pada perjuangan pahlawan) agar tidak menjadi seorang pengkhianat atas perjuangan para pendahulu kita yakni pendiri bangsa maupun berkhianat kepada cita-cita para pendiri bangsa,” sambungnya.

Selain itu, Andi Harun juga berpesan kepada para generasi muda di seluruh Indonesia, khususnya Samarinda agar dapat menjaga dan menanamkan jiwa patriot serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Saya harap generasi muda dapat tumbuh menjadi pemuda-pemudi yang berkarakter tinggi dan memiliki jiwa patriotisme yang tumbuh dari penghayatan atas betapa tidak mudahnya Indonesia yang kita nikmati hari ini diraih. Jangan jadi pengkhianat negara dan menghianati perjuangan bangsa,” tegasnya.

Andi Harun mengaku memaknai hari kemerdekaan Indonesia dengan cara memegang teguh amanah yang telah dipercayakan kepadanya. “Karena ketika para pejabat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perjuangan bangsa kita, maka di saat itulah kita menjadi pengkhianat bangsa dan negara ini,” pungkasnya. (vic)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img