spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mahulu Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

UJOH BILANG – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mahakam Ulu (Mahulu) Dr Stephanus Madang, SSos, MM, menerima audiensi Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kaltim Dr Khairullah, SPd, MPd, di ruang rapat Bappelitbangda, Selasa (13/9/2022) pagi. Pertemuan yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu ini untuk mensosialisasikan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah wilayah Mahulu.

Sekkab menyampaikan mengapresiasi atas kunjungan dan kedatangan Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan beserta rombongan ke Kabupaten Mahulu untuk mensosialisasikan kebijakan Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang Kurikulum Merdeka.

“Tentunya sebagai pemerintah daerah, kita selalu mendukung kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dalam mendukung kebijakan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Mahulu,” ungkapnya.

Sekkab menambahkan, sebagai bentuk komitmennya Bupati dan Wakil Bupati Mahulu sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 25 miliar untuk anak-anak Kabupaten Mahulu, yang melanjutkan ke jenjang universitas, dimana sebagian besar universitas tersebut telah bekerjasama dengan Pemkab Mahulu.

“Ini adalah salah satu wujud upaya Pemkab Mahulu melalui dinas terkait, bagaimana bisa mencetak sumber daya manusia yang andal untuk Kabupaten Mahulu. Namun terlepas dari itu yang tidak kalah penting, membentuk para pelajar ini mulai dari usia dini mulai dari TK sampai SMA, seperti kebijakan Kurikulum Merdeka,” katanya.

Sementara Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kaltim Khairullah mengatakan, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini, dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

“Inti dari Kurikulum Merdeka adalah merdeka belajar, adalah konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakat masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya pada Kurikulum 2013, harus mempelajari semua mata pelajaran (di tingkat TK hingga SMP), dan akan diteruskan menjadi IPA / IPS di tingkat SMA. “Lain halnya dengan Kurikulum Merdeka, peserta didik tidak akan dipaksa mempelajari mata pelajaran yang bukan menjadi minat utamanya, peserta didik bisa dengan merdeka memilih materi yang ingin dipelajari sesuai dengan minat masing-masing. Inilah yang dimaksudkan dengan konsep merdeka belajar,” terangnya.

Adapun 10 sekolah yang telah menjalankan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Mahulu yaitu SD Negeri 006 Long Melaham, SD Negeri 001 Ujoh Bilang, SD Negeri 002 Ujoh Bilang, SD Negeri 004 Long Bagun Ulu, SD Negeri 004 Datah Bilang, SD Negeri 003 Long Bagun Ilir, SD Negeri 003 Long Penaneh, SD Negeri 005 Batu Majang, SD Negeri 007 Long Pakaq Baru, SD Negeri 011 Long Hurai.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra drg Agustinus Teguh Santoso, M.Adm, Kes, Inspektur Inspektorat Mahulu Budi Gunarjo Ompusunggu, SE,AK,MM, Ca.,AAP, CFrA., Kepala BPKAD Yohanes Andi Abeh, SSos, MSi, Widyaprada Ahli Madya Dr Rita Zahra, MPd, Pengelola Keuangan pada Balai Silva Dwi Aquariyana, AMd. (prokopim/aim/td)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti