spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lima Polisi di Kubar Dipecat karena Terlibat Narkoba dan Mangkir dari Tugas

BALIKPAPAN – Polda Kaltim melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap lima personel Polres Kutai Barat berpangkat Brigadir Kepala (Bripka), yaitu DW; Brigadir Polisi (Brigpol), yaitu MH; Brigadir Polisi Satu, yaitu EA dan OP; serta Brigadir Polisi Dua (Bripda), AMP.

Menurut Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ari Wibowo, mereka dipecat karena terlibat penyalahgunaan narkoba dan meninggalkan tugas lebih dari 30 hari secara berturut-turut tanpa keterangan.

“Jadi, tindakan pemecatan ini terpaksa dilakukan demi menjaga marwah institusi Polri. Tidak ada toleransi bagi personel Polri yang terlibat narkoba, apalagi yang bersangkutan sudah beberapa kali diingatkan. Begitu pula yang meninggalkan tugas lebih dari tiga puluh hari secara berturut-turut tanpa keterangan,” tegas Ari di Balikpapan, Selasa (9/5).

Sebelumnya, Ari juga menjelaskan bahwa pemecatan mereka melalui proses yang panjang dan sudah terbukti melanggar kode etik profesi Polri.

Kelima anggota polisi tersebut terbukti melanggar Pasal 12 Ayat 1 Huruf A dan Pasal Ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pemberhentian Anggota Polri Jo Pasal 11 Huruf C Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun tentang Kode Etik Profesi Polri.

BACA JUGA :  Masih Uji Coba, Kaltim Belum Terapkan BPJS Kesehatan Satu Kelas-Satu Harga

Karena itu, Kapolda menerbitkan Surat Keputusan Kapolda Kaltim tanggal 15 Maret 2023 tentang PTDH terhadap lima personel yang bertugas di Polres Kubar.

Ari menegaskan bahwa tidak ada pimpinan yang ingin kehilangan anggotanya, apalagi melalui proses PTDH. Namun, hal ini harus dilakukan sebagai komitmen pimpinan Polri. PTDH terhadap anggota Polri merupakan peristiwa yang memprihatinkan dan tidak perlu terjadi karena anggota Polri harus mampu mengendalikan diri sebagai insan Bhayangkara, abdi utama masyarakat, sekaligus penegak hukum yang menjadi teladan bagi kesatuan, masyarakat, dan keluarganya.

“Mereka telah merusak institusi dan nilai-nilai yang terkandung dalam tribrata dan catur prasetya. Mudah-mudahan ini dapat memberikan efek jera bagi yang lainnya,” tandas Ari. (antara/MK)

Pewarta: Novi Abdi; Editor: Agus Setiawan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img