Senin, Januari 24, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lewat “Kotaku”, Kawasan Kumuh Ditargetkan Turun 20 Persen

BONTANG – Selama kurun waktu lima tahun ke depan, Pemkot Bontang menargetkan bisa menurunkan kawasan kumuh hingga 20 persen. Lewat kolaborasi antara Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang digagas Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPPW-PUPR) bersama Pemkot Bontang selama beberapa tahun terakhir, terbukti bisa menekan kawasan kumuh di kawasan Selambai, Kelurahan Loktuan hingga 5,37 hektare.

“Artinya keyakinan untuk mencapai target 20 persen di 2026 sangat besar,” ujar Kabid Prasarana dan Pengembangan Wilayah, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang, Noni Agetha belum lama ini.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota nomor 188.45/509/PKPP/2020, kata Noni, luas kawasan kumuh di Bontang sebesar 73,6 hektare. Terdiri dari sejumlah kawasan yang meliputi Kelurahan Telihan dan Kanaan, Kawasan Tanjung Limau yang mencakup wilayah Kelurahan Bontang Baru dan Gunung Elai. Berikutnya pesisir Kelurahan Tanjung Laut Indah, kawasan Pantai Harapan Kelurahan Berbas Pantai, Kampung Nelayan Selambai, dan Kampung Mandar Kelurahan Loktuan, serta Bontang Kuala.

Program Kotaku di Selambai, Kelurahan Loktuan usai serah terima 2020 lalu. (dok)

Noni berharap, seluruh stakeholder terkait bisa sama-sama berjuang dan memiliki komitmen untuk mewujudkan target tersebut. “Di samping program Kotaku terus berjalan, tidak ada lagi muncul kawasan kumuh baru,” tandasnya.

Ditambahkan Koordinator Kota 03 Bontang, Gery Sutanto, dari sejumlah kawasan kumuh yang sudah dipaparkan, tiga kawasan di antaranya sudah mendapat penanganan. Yakni Selambai, Bontang Kuala, dan Berbas Pantai. Ke depan, penanganan kawasan lain juga akan diajukan ke pemerintah pusat agar bisa mendapat kucuran dana. Sehingga bisa memaksimalkan penuntasan kawasan kumuh. (bms/adv)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rizal: Tidak Setuju IKN Wajar, Tapi Jangan Hina Warga Kalimantan

0
BALIKPAPAN - Mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi termasuk tokoh yang terpantik emosinya akibat ulah Edy Mulyadi. Lewat akun Instagram resminya, tokoh berlatar belakang wartawan...

Inilah Sosok Edy Mulyadi yang Kembali Bikin Gaduh Atas Video Dugaan Penghinaan Kalimantan

0
Edy Mulyadi kembali membuat gaduh dengan video dugaan penghinaan terhadap Kalimantan yang menjadi viral di Twitter. Belum lama ini Edy, juga membuat gaduh, dengan...