spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kunjungan Petani Kopi Kaltim ke Malabar Mountain Coffee: Memaksimalkan Manfaat Studi Komparatif

PENGALENGAN – Para petani kopi dari Desa Long Kerioq, Noha Silat, dan Tiong Bu’u di Kalimantan Timur melakukan studi komparatif tentang budidaya kopi dan proses pasca panen di Malabar Mountain Coffee, Pengalengan, Jawa Barat, pada 26-27 Oktober 2023.

Studi ini merupakan upaya dari Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) KPHL Batu Rook untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para petani kopi.

Kepala Seksi KSDAE, Belasius Anyeq, S. Hut, M. Si, yang turut serta dalam kegiatan ini, berharap kunjungan studi komparatif memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman para petani kopi tentang budidaya produk kopi.

“Kami berharap Kelompok Tani Hutan yang dibina oleh Dinas Kehutanan Kalimantan Timur dapat memaksimalkan pengetahuan yang mereka peroleh selama dua hari kunjungan ini. Tujuan utama adalah agar ilmu yang diperoleh di Malabar Mountain Coffee dapat diimplementasikan dengan baik oleh para petani dari Desa Long Kerioq, Noha Silat, dan Tiong Bu’u,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu anggota kelompok tani, Meliana Silo, menyatakan rasa terima kasihnya atas studi komparatif yang telah dilakukan oleh Dinas Kehutanan.

“Ini sangat membantu kami dalam memahami lebih dalam tentang budidaya kopi,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi ini dapat berlanjut, dan Dinas Kehutanan dapat terus memberikan pendampingan kepada masyarakat Kelompok Tani Hutan di Kecamatan Long Apari, wilayah binaan UPTD KPHL Batu Rook, agar budidaya kopi dapat berkelanjutan baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Untuk diketahui, Malabar Mountain Coffee adalah produsen kopi arabika yang berlokasi di Jalan Kampung Cigendel RT.03 RW.09, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 8 November 2012 oleh warga asal Kaltim, Slamet Prayoga. Malabar Mountain Coffee bergerak dalam aktivitas bisnis yang mencakup budidaya, pengolahan, dan pemasaran kopi dengan merek dagang Malabar Mountain Coffee.

Direktur Utama Malabar Mountain Coffee, Ir. Slamet Prayoga, menjelaskan bahwa Malabar Mountain Coffee menawarkan konsep wisata minum kopi yang digabungkan dengan wisata pengetahuan bagi para wisatawan yang ingin memahami proses produksi kopi dari mulai penanaman hingga pengolahan dan penyajian kopi sebagai minuman.

“Mereka yang datang ke sini, memiliki kesempatan merasakan pengalaman dapat melihat secara langsung proses pengolahan biji kopi di kebun Malabar Mountain Coffee,” tuturnya.

Salah satu kopi terbaik di Indonesia berasal dari pegunungan Malabar, Pengalengan, Jawa Barat ini.

Di kawasan pegunungan ini tumbuh biji kopi kualitas premium yang terkenal dengan sebutan Java Preanger. Slamet Prayoga, telah memproduksi kopi jenis arabika yang mendapat penilaian tertinggi Specialty Coffee Association of America Expo pada 2016.

Penghargaan tersebut disabet setelah selama empat tahun Yoga – nama panggilan Slamet Prayoga – membuka lahan perkebunan di Malabar di bawah merk Malabar Mountain Coffee.

Setelah mengelola perkebunan selama tujuh tahun, lahan perkebunan yang dikelola Yoga mencapai 100 hektar dengan lebih dari 230.000 pohon kopi arabika.

Produksi kopi pun terus meningkat, awal membuka lahan perkebunan jumlahnya 4-5 ton per tahun, kini panen kopi Malabar Mountain dapat mencapai 30-35 ton per tahunnya.

Tak hanya perkebunan, Yoga membangun sebuah kafe di Bogor sekaligus sebagai tempat pemasaran kopi. Tak hanya menyebar ke dalam negeri, kopi Malabar Mountain melangkah ke beberapa negara seperti Tiongkok, Australia, dan Amerika. (MK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img