spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KPK Tetapkan Rektor, Wakil Rektor dan Ketua Senat Jadi Tersangka, Patok Rp 350 Juta untuk Luluskan Calon Mahasiswa Unila

JAKARTA – Selain Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani, ada tiga tersangka lain yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap penerimaan calon mahasiswa baru tahun akademik 2022.

Penetapan empat tersangka ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron pada Minggu (21/8). “Ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan empat tersangka,” kata Nurul, dalam keterangan resmi yang dikutip CNNIndonesia.com.

Keempat tersangka tersebut yakni :

  1. Rektor Unila Karomani (KRM)
  2. Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryadi (HY)
  3. Ketua Senat Unila Muhammad Basri (MB)
  4. Andi Desfiandi (AS) dari pihak swasta.

Untuk keperluan proses penyidikan, keempat tersangka akan ditahan selama 20 hari pertama. Terhitung mulai 20 Agustus hingga 8 September 2022, ketiga diantaranya akan ditahan di Rutan KPK. Sementara penahanan tersangka Andi Desfiandi akan berlangsung selama 21 Agustus-9 September 2022.

Sebelumnya, KPK mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bandung dan Bali. Ketujuh diantaranya diduga terlibat dalam kasus suap Unila, termasuk diantaranya empat tersangka.

Setelah penyelidikan dan penyidikan dilakukan, hanya empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, Nurul juga merinci beberapa barang bukti yang turut diamankan. Barang bukti ini berupa uang tunai sebesar Rp414,5 juta, slip setoran deposito di salah satu bank sebesar Rp800 juta, dan kunci safe deposit box yang diduga berisi emas senilai Rp1,4 miliar.

“Kemudian pihak yang ditangkap di Bandung, kartu ATM dan buku tabungan sebesar Rp1,8 miliar,” kata Nurul.

PATOK RP 350 JUTA LULUSKAN MAHASISWA

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebut, para calon mahasiswa menyuap pihak kampus dengan kesepakatan uang sejumlah Rp100 juta hingga Rp350 juta untuk bisa diterima di Unila. Proses suap menyuap ini dilakukan saat seleksi jalur khusus Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) untuk tahun akademik 2022.

“KRM yang menjabat sebagai Rektor Unila memiliki wewenang salah satunya terkait mekanisme dilaksanakannya Simanila tersebut,” kata Nurul dalam keterangannya, Minggu (21/8).

Selama proses Simanila itu, Karomani, kata Nurul, aktif terlibat langsung dalam menentukan kelulusan para peserta. Salah satunya dengan memerintahkan bawahannya untuk menyeleksi secara personal kesanggupan orang tua mahasiswa untuk memberikan sejumlah uang.

“Yang apabila ingin dinyatakan lulus, maka dapat dibantu dengan menyerahkan sejumlah uang, selain uang resmi yang dibayarkan sesuai mekanisme yang ditentukan pihak universitas,” katanya.

Besaran nominal yang disepakati pun bervariasi, berada pada kisaran Rp100 juta hingga Rp350 juta untuk setiap orang tua calon mahasiswa baru.

Selain Karomani, KPK juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya dalam kasus ini. Diantaranya HY (Heryandi) sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademi Unila, MB (Muhammad Basri) sebagai Ketua Senat Unila, dan AD (Andi Desfiandi) dari pihak swasta.

Para tersangka saat ini akan ditahan selama 20 hari ke depan. Terhitung mulai 20 Agustus hingga 8 September 2022, keempat tersangka akan ditahan di Rutan KPK.

Sebelumnya, KPK menangkap tujuh orang, termasuk di dalamnya rektor dan pejabat Unila yang dimaksud, dari operasi tangkap tangan (OTT) di Bandung dan Bali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Unila belum memberikan keterangan terkait kasus suap penerimaan calon mahasiswa baru. Dikutip dari CNNIndonesia.com, wartawan telah menghubungi Juru Bicara Rektor Unila, Nanang Trenggono, namun belum mendapatkan respons. (cnn)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img