Kota Bontang Bakal Berlakukan Presensi Online

0

BONTANG – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Drs. Sudi Priyanto, M.Si mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan aplikasi kehadiran secara daring atau presensi online, yang nantinya akan dijadikan alat ukur kehadiran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Aplikasi ini, lanjut Sudi, dapat dioperasikan melalui ponsel Android maupun laptop yang terhubung dengan jaringan internet. “Target kami aplikasi ini sudah dapat diuji coba pada akhir November 2020, kemudian dapat difungsikan secara penuh pada Januari 2021,” kata Sudi, Selasa (13/10/2020).

Untuk pengamanan, aplikasi yang belum diberi nama ini dilengkapi password, yang nantinya akan diberikan pada pegawai. Sistem ini mampu mendeteksi posisi pegawai sebagai pengganti shareloc, pada sistem yang digunakan selama ini.

Tak hanya itu, pegawai yang tengah cuti juga dapat diperhitungkan melalui aplikasi ini. Aplikasi ini juga dapat menarik data SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), sehingga dapat menghitung berapa persentase Tunjangan Tambahan Penghasilan yang diterima masing-masing pegawai setiap bulannya, dimana diantaranya ditentukan oleh indikator tingkat kehadiran pegawai.

Dengan penggunaan presensi online nantinya tidak ada lagi media absensi melalui kontak langsung sebab penggunaannya oleh masing-masing individu tiap pegawai. “Kami sadari absensi manual dengan tandatangan pada lembar absensi juga masih menimbulkan kerentanan,” kata Sudi menyebut latar belakang pembuatan aplikasi presensi.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, diakui Sudi, menjadi salah satu alasan munculnya ide tersebut. Penggunaan absensi sidik jari atau handkey yang sekarang diterapkan, dikhawatirkan dapat menjadi media penularan Covid-19, sebab permukaan tapak sidik jari yang sama digunakan secara bergantian.

Untuk sementara waktu, bagi yang bekerja di kantor (WFO), Pemkot Bontang melaksanakan sistem presensi manual. Sementara presensi secara shareloc atau berbagi lokasi diperuntukan bagi pegawai yang menjalani kerja dari rumah (WFH). Khusus shareloc dilaporkan secara berjenjang ke masing-masing atasan secara langsung. (adv)

BACA JUGA :  Nursalam Minta Penegakan Protokol Kesehatan Tak Tebang Pilih

BACA LENGKAP DI SINI: 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini