spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Korban Investasi Bodong Apderis Diiming-imingi Tambahan Cashback

BONTANG – Pelaku penipuan investasi ayam potong Apderis yang korbannya mencapai lebih dari 900 orang ini dikenal pintar merayu para korbannya. Sehingga para korbannya pun percaya dan terus menyetor uangnya untuk diinvestasikan.

Hal ini diakui oleh salah satu korbannya yang enggan disebutkan namanya. Dia mengaku telah habis Rp 350 juga selama bergabung dengan praktik investasi bodong tersebut.

“Jika hari besar seperti akhir tahun atau semacamnya, owner (pelaku RW) juga sering kali memancing kami untuk menahan provit tersebut, bahkan owner berani dengan iming-iming menambahkan cashback jika dengan nambah modal,” ungkap korban kepada Media Kaltim, Minggu (26/11/2023).

Korban awalnya juga tak merasa curiga dengan RW yang ternyata penipu. Dia mengikuti investasi ini karena ajakan teman sekolahnya  yang  menawarkan dirinya untuk ikut bergabung. “Awalnya teman saya yang mengajak, tetapi saya saat itu belum terlalu percaya sampai saya cek di akun instagramnya yang aktif, jadi saya memutuskan untuk ikut bergabung,” ucapnya.

Tahap awal, kata dia, menginvestasikan sebesar 10 juta. Beberapa lama kemudian dilihat investasi ini lancar sehingga setiap bulannya korban tetap mengirimkan uang kepada tersangka RW.

BACA JUGA :  Beri Arahan 20 Calon Komcad, Dandim 0908/Btg: WNI Wajib Bela Negara

“Awalnya saya ikut untuk coba-coba 10 juta, dilihat kok lancar saja, akhirnya ditahun berikutnya saya menambahkan investasi sebanyak Rp 100 juta,” paparnya.

Selang berjalannya mengikuti investasi Apderis, korban sebenarnya merasa curiga mulai pada 2022 lalu, di ma a dirinya sudah merasa ada keganjalan. Akhirnya, korban mendatangi rumah tersangka RW di lokasi yang berbeda-beda, karena tersangka RW sempat pindah dan juga tempat usahanya yang terdapat di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari.

“Kalau keganjalan saya merasa sudah berasa di tahun lalu, tetapi saya coba untuk berpikiran positif saja. Karena saya sempat mendatangi tempat tinggal dan tempat usahanya dilihat masih aman seperti biasa dan tidak ada kendala,” ungkapnya.

Korban juga menjelaskan salah satu keganjalan tesebut dari akun instagramnya tersangka RW. Dalam postingannya,

RW memasang foto sedang melakukan transaksi dengan sebagian investor yang rata-rata berasal dari luar pulau. “Postingannya rata-rata semuanya  investor dari luar pulau, tidak ada yang dari Bontang, tapi saya coba tetapi tidak berburuk sangka,” serunya.

BACA JUGA :  Mendadak Pementasan Wayang Kulit Batal Digelar, Warga Bontang Kecewa, Ini Alasan Polisi Tak Keluarkan Izin Keramaian

Saat bukan Juni – Juli 2023, semakin kelihatan keganjalan yang dikhawatirkan, yang mana sistem pelayanannya sekarang sangat berbeda, tidak sama seperti dulu.

“Di sini sangat jelas keganjalannya, tahun sebelumnya jika sebelum pencairan provit selalu diingatkan sehari sebelum pencairan. Akan tetapi belakangan terakhir ini sering telat 2-3 hari, bahkan di Juni terlambat hingga dua minggu,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya menyampaikan bahwa pihaknya telah menangani kasus tersebut. Untuk saat ini ada sekitar 20 laporan dari korban investasi bodong. Dalam laporan tersebut juga, tidak hanya warga dari Bontang yang menjadi korban, akan tetapi ada juga yang dari luar daerah.

“Saat ini semuanya tahap proses, dari pihaknya pun telah memeriksa beberapa saksi dan kasusnya telah ditahap penyelidikan”, ucapnya.

Diketahui, RW telah berhasil ditangkap di Jakarta, pada Jumat (24/11/2023) kemarin. Polres Bontang dibantu dengan Polda Metro Jaya untuk menangkap tersangka RW di salah satu tempat persembunyiannya.

“Kami sudah amankan tersangka tersebut, dan untuk saat ini tersangka sedang dalam perjalanan ke Bontang,” paparnya saat diwawancarai.

BACA JUGA :  Pernikahan Dini Jadi Penyebab Stunting di Bontang

Saat ini pun polisi masih melakukan penelusuran aset, di mana pihak yang berkaitan pun sedang dipantau dan akan dilakukan pemanggilan dalam waktu dekat.

“Untuk para korban semunya, kami meminta untuk tetap tenang. Ini sudah ditahap proses hukum. Jadi kita akan telusuri keberadaan aset terlebih dahulu,” jelasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img