spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kompeten Implementasikan Sustainability Compass, Kunci Pupuk Kaltim Pertahankan Proper Nasional Emas Keenam Kalinya

JAKARTA – Untuk keenam kalinya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) berhasil mempertahankan raihan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Nasional Peringkat Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan kategori emas yang diserahkan pada 29 Desember 2022 di Istana Wakil Presiden RI tersebut merupakan bukti dari inovasi dalam kinerja dan komitmen perusahaan yang telah berhasil dijalankan secara konsisten dan padu. Inovasi yang telah membawa PKT pada pencapaian prestisius ini berbasis pada prinsip sustainability compass.

Prinsip tersebut merupakan basis bagi perusahaan untuk turut memperhitungkan faktor keberlanjutan dalam industrinya serta dampak aktivitas industri terhadap lingkungan dan masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan aspek-aspek apa saja yang diperhatikan dalam penghargaan Proper tahun ini. “Proper yang merupakan program pemerintah untuk penilaian terhadap kinerja lingkungan perusahaan atas upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Program ini dimaksudkan untuk mendorong dunia usaha agar dapat meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya, terus berkembang, dan mengalami proses perbaikan secara berkelanjutan sesuai dengan perkembangan di masyarakat menurut kebutuhan dan menurut perkembangan ilmu pengetahuan,” ungkap Siti.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin yang menyerahkan langsung penghargaan Proper Emas menyebut pentingnya sinergi dan kolaborasi banyak pihak untuk bisa menjaga keberlangsungan lingkungan.

“Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan target penurunan emisi Indonesia dalam Nationally Determined Contributions (NDC) menjadi 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional di tahun 2030. Peningkatan target tersebut didasarkan pada beragam kebijakan nasional terkait perubahan iklim. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mencapai target tersebut. Dengan dukungan multipihak dan multisektor dalam paradigma kolaborasi dan kerja sama, termasuk dari dunia usaha, sangat diperlukan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. Partisipasi aktif dunia usaha dalam aksi-aksi nyata mengatasi perubahan iklim dan mengelola lingkungan berkelanjutan sangat dinantikan.”

Usai menerima penghargaan, Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi mengatakan, “Sebagai salah satu bukti nyata dari tekad kami dalam mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan 40 tahun kedepan, kami senantiasa menjunjung tinggi implementasi standar praktik yang mumpuni, baik dalam fase perencanaan maupun eksekusi strategi. Semuanya melalui tahapan-tahapan yang jelas dan konsisten. Sikap kami yang tidak menerima kompromi inilah yang membuat kami berhasil mempertahankan peringkat emas untuk penghargaan prestisius ini.”

Tahun 2022 ini memang menjadi salah satu tahun istimewa dalam perjalanan PKT, termasuk untuk urusan pencapaian di bidang lingkungan hidup, dimana PKT selalu berkomitmen menjalankan bisnis dan proses produksi yang memprioritaskan environmental impact melalui penerapan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Sebelum Proper Nasional Peringkat Emas, PKT juga berhasil meraih Properda Emas 2022, Industri Hijau Kinerja Terbaik 2022 dan Top CSR Award 2022 kategori bintang lima. Selain itu, dari pelaksanaan program Kilau Samudera, PKT juga telah berhasil meraih tiga penghargaan berturut-turut, yakni Asia Responsibility Award (Area) 2022, Indonesia Green Award (IGA) 2022 dan Indonesia SDG’s Award (ISDA) 2022 Kategori Platinum.

Program Kilau Samudera (Konservasi Taman Laut dan Sarana Media Terumbu Karang) adalah sebuah program konservasi taman laut dan sarana media terumbu karang yang telah diinisiasi oleh PKT sejak tahun 2017. Program konservasi ini telah melibatkan nelayan di Loktuan dan Bontang Kuala. Inisiasi yang mencakup pembuatan, peletakan dan monitoring media terumbu tersebut dirancang untuk menjadi solusi dari persoalan Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan (PITRAL). Pelaksanaan rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan berpegang pada sustainability compass yang meliputi aspek nature, economy, social and wellbeing.

Lebih jauh lagi, PKT dengan bermodalkan strategi-strategi engineering yang mumpuni akan terus mengusahakan inovasi di bidang industrinya yang tidak sekedar berfokus pada profit melainkan turut mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.

“Keberhasilan di kategori lingkungan yang telah kami peroleh ini merupakan motivasi bagi kami untuk berinovasi dengan lebih baik lagi di tahun 2023 yang akan datang. Inovasi ini tidak lain merupakan salah satu wujud partisipasi kami dalam mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission di tahun 2060. Tentunya semua usaha ini semaksimal mungkin kami lakukan dengan melibatkan dan memberdayakan banyak pihak, termasuk masyarakat luas, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami menjaga kelestarian bumi kita,“ pungkas Rahmad.

Sinergi bersama masyarakat memang menjadi kunci keberhasilan seluruh program pelestarian lingkungan hidup yang digagas PKT. Termasuk melalui tahapan Core Competency Knowledge Transfer, PKT telah berhasil mengikutsertakan komunitas setempat dalam upaya pemberdayaan lingkungan lewat Kilau Samudera ini.

Hingga saat ini sudah tercapai luasan tutupan terumbu mencapai 3.557 m2 dan peletakan media sebanyak 6.822 ea. Sehingga secara sistemik, program Kilau Samudera telah mengubah perilaku nelayan PITRAL menjadi metode ramah lingkungan serta dalam aspek edukasi telah membantu pemerintah dalam mengaplikasikan kurikulum merdeka belajar.

Selain itu, implementasi inovasi sosial ini juga telah berhasil memberikan dampak yang signifikan yang terukur pada capaian nilai IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) sebesar 3,72 dan nilai SROI (Social Return On Investment) sebesar 1,83. Selain telah terbukti sukses dari segi wellbeing dan society, program ini juga terbukti berhasil dalam aspek nature, yakni dengan capaian daya serap karbon sebesar 8,47 kg CO2 eq/hari serta juga dalam aspek economic, yakni yang diindikasikan dengan peningkatan pendapatan anggota yang mencapai nilai Rp 71.595.000 per tahun.

Tak cuma program inovasi sosial Kilau Samudera, raihan Proper Nasional Peringkat Emas tahun ini pun didukung oleh program Konservasi Anggrek Hitam sebagai flora yang dikenal sebagai maskot Kalimantan Timur yang juga dilindungi dari kepunahan. Program konservasi ini dilakukan dengan introduksi 135 tanaman di area konservasi HP01 yang ditetapkan sebagai area konservasi keanekaragaman hayati. Selain itu, inovasi ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan adaptasi anggrek hitam di area konservasi menggunakan pupuk hayati Ecofert dan Kitosan Cair yang merupakan hasil produk mitra binaan PKT. (adv)

15.9k Pengikut
Mengikuti