spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kesulitan Dapat Siswa Baru, MKKS SMP Swasta Minta Sekolah Negeri Tahan Diri Dalam Pendaftaran

SAMARINDA – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Samarinda mengadakan rapat untuk membahas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024, pada Kamis (15/6/2023).

Ketua MKKS SMP Swasta Samarinda, Amiruddin, menjelaskan bahwa rapat tersebut membahas kesiapan SMP swasta di Samarinda dalam PPDB tahun ajaran 2023/2024.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah bagaimana setiap SMP swasta di Kota Tepian dapat memenuhi kuota rombongan belajar (rombel), yang selalu menjadi masalah setiap tahun ajaran baru sejak diberlakukannya sistem zonasi.

“Oleh karena itu, kami berharap Dinas Pendidikan dan teman-teman di sekolah negeri, setelah ditutup dan diumumkan, tidak membuka pendaftaran tahap kedua. Karena itu akan menjadi kesulitan bagi swasta. Jujur saja, sejak diberlakukannya sistem zonasi, kami kesulitan mencari siswa,” tegasnya kepada Media Kaltim, pada hari Kamis (15/6/2023).

Menurutnya, jika Dinas Pendidikan dan Sekolah Negeri berkomitmen untuk mengikuti petunjuk teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta tidak membuka pendaftaran berulang kali setelah kuota rombongan belajar terpenuhi, maka akan terjadi pemerataan peserta didik antara sekolah negeri dan swasta.

BACA JUGA :  Tembus Target, Emisi Karbon Kaltim Surplus hingga 9 Juta

“Selama ini, kami (SMP swasta) merasa khawatir saat PPDB dimulai sejak diterapkan sistem zonasi. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, ada sekolah yang hanya memiliki 5 siswa baru, ada yang 12. Kami semua berperan dalam mendidik anak-anak bangsa, kami sadar akan adanya perbedaan tetapi kami adalah mitra dalam kesuksesan pendidikan anak-anak bangsa,” ucapnya.

Amiruddin juga meminta kepada orang tua calon peserta didik agar tidak terpengaruh oleh stigma bahwa SMP Swasta itu mahal. Ia menjelaskan bahwa di Samarinda terdapat 48 SMP Swasta yang memiliki keunggulan berbasis karakter, keagamaan, kedaerahan, dan nasional dengan biaya yang relatif terjangkau.

“Memang ada beberapa SMP swasta yang biayanya mahal, namun itu adalah sekolah terpadu. Terdapat banyak pilihan SMP swasta yang berkualitas dan terjangkau. Dan jangan ragu tentang kurangnya disiplin di sekolah swasta,” jelas Kepala Sekolah SMP Aminah Syukur Samarinda tersebut.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa untuk SMP swasta di Samarinda, pendaftaran PPDB telah dimulai bahkan sejak April lalu. Untuk batas akhir pendaftaran peserta didik baru sendiri akan ditutup hingga rombel terpenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai.

BACA JUGA :  Tak Hanya Dipulangkan, Poniran Diberi "Pancing" untuk Nafkahi Keluarga

“Hak orang tua untuk memilih sekolah yang terbaik untuk anaknya, apakah swasta atau negeri. Yang jelas kami ingin menghapus stigma bahwa sekolah swasta itu mahal, itu salah. Karena sudah ada dana Bosda, dan Bosnas,” pungkasnya. (eky)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img