spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kesbangpol Kaltim Targetkan Peningkatan Pemilih pada Pemilu 2024

SAMARINDA – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur (Kaltim) Sufian Agus mengatakan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan secara serentak 14 Februari 2024, pihaknya menargetkan peningkatan suara sebanyak 79 persen pemilih.

Hal ini dikatakan Sufian, pada acara Jumpa Pers  yang digelar  Dinas Komunikasi dan Informasi  (Kominfo) Kaltim, pada Selasa (19/12/2023) di ruang Wiek Diskominfo Kaltim.

Disebutkan, pada Pemilu sebelumnya yakni Pileg dan Pilpres 2019 mencapai 75 persen suara, serta Pilkada 2020 hanya mendapat angka 61 persen suara.

“Agak jauh penurunan waktu pemilihan presiden dan Pilkada tahun 2020 lalu, artinya kami harus memikirkan dan merencanakan kembali target pertumbuhan pemilih ini di tahun 2024,” ungkapnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya suara pemilih tersebut dari kajian yang telah dilakukan oleh Kesbangpol. Pertama,  adalah faktor calon tunggal pada Pilkada 2020 di Kukar dan Balikpapan, yang menurunkan minat memilih masyarakat. Karena dianggap hanya kotak kosong yang dilawan.

Kedua, pandemi Covid-19 pada tahun 2020 yang menyebabkan orang banyak menghindari kerumunan. Ketiga, lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang jauh dari tempat pemungutan.

BACA JUGA :  Pemprov Kaltim Segera Menyusun Perda Perdagangan Karbon

“Jauhnya tempat pemungutan ini terjadi di Kukar, ada TPS yang di posisikan di salah satu perusahaan, dan jauh dari perusahaan lain. Bahkan pihak perusahaan menawarkan bonus lembur kekaryawan jika mau bekerja pada hari pemilihan yang sudah dinyatakan hari libur oleh pemerintah. Alhasil tidak sedikit karyawan yang memilih bekerja, karena memilih bonus lembur, itulah beberapa faktor menurunnya pemilih” paparnya.

Oleh sebab itu, kini pihak Kesbangpol pun sudah melaksanakan hal-hal yang bisa meningkatkan pemilih di Kaltim. Di antaranya, dengan menggelar sosialisasi Pemilu dan memberikan bantuan dana untuk partai politik sebagai uang tambahan kampanya agar partai politik bekerja untuk mencari pemilih.

“Maka itu kita dari tahun 2023 dan 2024, kita sudah memberikan bantuan kepada partai tadinya 1 suara Rp 1.200 menjadi Rp 5.000 atau meningkat menjadi 400 persen lebih peningkatan bantuan yang kami berikan, agar memberikan pendidikan politik atau merekrut pemilih, dan ditargetkan suara 60 persen adalah anak muda mudah-mudahan mau ke TPS semuanya,” harapnya.

BACA JUGA :  Truk Pengangkut Batu Bara Terobos Blokade di Jalan Umum, Dosen Unmul : Pemprov Harus Tegas dan Gerak Cepat

Diketahui dana bantuan yang disalurkan untuk partai politik pada 2023 ini secara keseluruhan mencapai Rp 8 Miliar lebih dan disalurkan kepada 10 partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kaltim, dana tersebut dipergunakan untuk memberikan pendidikan politik bagi anggota partai agar mampu meningkatkan suara pemilih di Kaltim.

“Iya dana tersebut tujuannya agar partai ini menggerkan mesin-mesin partai mereka untuk mencari suara,” pungkasnya.

Pewarta : Hanafi
Editor : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img