spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kerusakan Kontainer, DPRD Paser Sarankan Audit Pemegang Proyek Wiskul Sungai Tuak

PASER – Kawasan Wisata Kuliner (Wiskul) Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot hingga kini masih jadi sorotan sejumlah pihak. Keluhan pedagang setempat atas kerusakan booth kontainer juga turut ditanggapi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari menyatakan, hal itu harus segera ditindak lanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

“Kami minta instansi teknis untuk menindaklanjuti adanya kerusakan pada atap kontainer itu. Kenapa ada bangunan baru sudah rusak seperti itu,” tegas Ikhwan.

Ia mendesak agar Pemkab Paser memanggil pihak yang mengerjakan proyek tersebut. Ia turut menyayangkan adanya kondisi bangunan yang belum setahun digunakan, namun kondisinya kini telah rusak.

“Tentu sangat disayangkan atap bangunan bisa mengalami keropos dalam waktu singkat,” ucapnya.

Dengan kondisi seperti itu, ia meragukan kualitas material yang digunakan saat proses pembangunan. Kendati begitu, ia meminta agar keluhan pedagang ditindaklanjuti lebih dahulu. Bahkan ia menyarankan, agar pengerjaan tersebut diaudit.

“Tentunya hal itu perlu diaudit dan menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, mengapa bangunan baru bisa keropos,” imbuhnya

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Edwin Santoso, bakal menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan koordinasi ke pengelola dan organisasi yang menaungi para pelaku UMKM tersebut.

“Akan kita koordinasi dengan semua pihak. Mumpung belum musim penghujan,” katanya.

Untuk diketahui, sejumlah kontainer pedagang di Wiskul Sungai Tuak mengalami kerusakan, meski belum setahun diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser. Pembangunan dimulai sejak tahun 2022 dan rampung pada Maret 2023 lalu.

Pasca diresmikan atau sejak April 2023 lalu, booth kontainer telah banyak kerusakan. Antara lain, seperti tampias air hujan, bagian atap yang berbahan plywood mulai hancur atau rusak. Kondisi ini membuat pedagang khawatir.

Pewarta : Bhakti Sihombing
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img