spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemeriahan Panen Raya Padi di Busang, Potensi Budaya Wajib Dikembangkan

BUSANG – Panen padi raya ditandai dengan rangkaian kegiatan pertunjukan tarian budaya dayak oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama Wabup Kasmidi Bulang di Lapangan Adat Desa Long Lees Kecamatan Busang, Kamis (18/5/2023).

Pembukaan acara pesta panen raya padi ini turut dihadiri Plt Asisten Administrasi Umum Seskab Kutim Didi Herdiansyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Yuriansyah, Plt Camat Busang Laden Sibarani, tokoh adat, budaya, kepala desa dan undangan lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Panen Raya Padi yakni Darius Timo Tius menegaskan jika dirinya mewakili seluruh masyarakat desa merasa bangga karena pada hari ini bisa melaksanakan pesta panen raya padi. Sebelumnya acara sempat tertunda beberapa kali,namun pada akhirnya hari ini terlaksana juga.

“Kita doakan pesta panen raya padi ini bisa berjalan dengan baik. Sebab sebelumnya sempat tertunda. Kami mempersiapkan kegiatan ini hanya dalam dua hari, namun kami bersyukur,” ucap Darius.

Ia pun menegaskan jika gelaran pesta panen raya padi ini dirinya sangat berterima kasih atas kedatangan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wabup Kasmidi Bulang.

BACA JUGA :  Manasik Haji Cilik di Masjid Agung Al-Faruq, Tanamkan Islam Sejak Dini

“Kegiatan ini pun bisa menyedot banyak ribuan lebih masyarakat yang datang menyaksikan acara ini di Busang,” terangnya.

Senada, dalam arahannya Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan jika Kutim ini Indonesia mini semua suku ada di sini dan tidak dipungkiri dari kebudayaan menjadi penghasil devisa terbesar, nah salah satunya berasal dari kebudayaan.

“Tidak ada alasan, saya harap Kecamatan Busang wajib terus mengembangkan budayanya. Ini potensi yang sangat baik,” tegasnya.

Ardiansyah pun mengapresiasi kegiatan kebudayaan seperti ini bisa berjalan semarak,dan berharap bisa dijadikan sebagai agenda tahunan.

“Mudah-mudahan tahun depan ini lebih dimaksimalkan lagi dan lebih meriah. Karena mulai tahun ini, Pemkab Kutim mendorong seluruh daerah bisa mempunyai agenda festivalnya yang menjadi ciri khas adat bagi masing -masing desa sehingga nanti ada reward ataupun penghargaan yang akan diberikan pemerintah atas kontribusi besar dalam pengembanga budaya asli daerahnya,” ulasnya.

Ia menegaskan, sejak tahun 2021 sampai saat ini telah dilaksanakan beberapa even dan festival budaya yang seyogyanya  pelaksanaannya, tidak hanya di ibu kota kabupaten maupun kecamatan.

BACA JUGA :  Dikukuhkan, Wabup Harap KSBN Kutim Jadi Garda Terdepan Pelestarian Seni Budaya

“Tinggal hanya kita mau atau tidak mempersiapkan rencana-rencana kegiatan tersebut,” urainya.

Ardiansyah mencontohkan pesta adat yang telah dan akan dilaksanakan di antaranya Pesta Adat Lom Plai di Muara Wahau, Festival Sekerat Nusantara (FSN) di Desa Sekerat dengan agenda adatnya pelas laut.

“Diharapkan kecamatan-kecamatan yang memiliki kekhasan seperti ini harus mempersiapkan jauh-jauh hari,” pintanya.

Kemudian, kegiatan – kegiatan yang memiliki makna budaya, pemerintah benar-benar menghargai sehingga memiliki ruang dan waktu. Untuk mengenalkan adat dan budaya serta alam Kutim kita telah merancang event-event tersebut kita laksanakan setiap pekan,tapi tidak hanya di satu tempat.

“Kita harapkan masing-masing kecamatan juga memiliki event budaya khasnya,” tutupnya.(Rkt1)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img