spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kelebihan Kapasitas, WBP Grogot Dipindah Ke Samarinda

PASER – Jumlah penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 2 B Tanah Grogot yang tengah menjalani masa hukuman berkurang. Hal ini bukan karena dibebaskan namun karena dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2 A Samarinda.

Pemindahan para terpidana atau yang kini disebut warga binaan pemasyarakatan (WBP) itu, dijelaskan Kepala Rutan Kelas 2 B Tanah Grogot, Bayu Muhammad, guna mengurangi kelebihan kapasitas WBP yang terjadi.

Hal ini merupakan upaya Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) RI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang sudah terlaksana sejak Minggu (5/11/2023).

“Itu merupakan upaya kami dalam mengurangi kelebihan jumlah WBP di rutan, yang kondisinya sudah penuh atau melebihi daya tampung sebagaimana mestinya,” terang Bayu, Rabu (8/11/2023).

Hingga hari ini, jumlah WBP yang ada di dalam Rutan Kelas 2 B Tanah Grogot mencapai 682 orang. “Sementara kapasitas hunian kami hanya bisa menampung 160 orang. Hal itu menyebabkan tingkat over kapasitas mencapai 400 persen,” tambahnya

Diakui, pihaknya juga telah menjalin koordinasi yang solid dengan Kanwil Kemenkumham RI Provinsi Kaltim dan UPT Pemasyarakatan, sehingga pemindahan WBP dapat terlaksana dengan baik.

Senada dengan Kepala Kesatuan Keamanan Rutan (Ka.KPR), Achmad Zaki Al Hasni, yang mengaku pemindahan WBP sebagai bentuk pembinaan lanjutan.¬† “Warga binaan itu nantinya kembali mendapat program pembinaan di Lapas, namun lebih intensif lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas 2 A Samarinda, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.PLP) Sukardi menyampaikan, pihaknya menjalin sinergi dengan seluruh UPT Pemasyarakatan guna terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

“Pemindahan WBP Rutan Tanah Grogot ke Lapas Samarinda merupakan hasil sinergitas dengan Kantor Wilayah dan Pas Kaltimtara. Selain menangani over kapasitas, pemindahan itu juga sebagai upaya pengendalian pengamanan,” tutupnya.

Pewarta : Bhakti Sihombing
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img