spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Karhutla di PPU Terus Meluas, Sudah Hanguskan 90 Hektare Lahan

PPU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penajam Paser Utara (PPU) terus meluas dan berpotensi berlanjut beberapa bulan ke depan.

Hingga saat ini, luas lahan dan hutan yang telah terbakar mencapai 90 hektare, dengan catatan kejadian sejak Juli 2023. Wilayah yang paling terkena dampak karhutla adalah Kecamatan Penajam, diikuti oleh Kecamatan Waru dan Babulu.

“Berdasarkan data kami, sudah ada sekitar 90 hektare lahan yang terbakar sejak Juli, termasuk luas lahan yang kami tangani hari ini,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Budi Santoso, Jumat (8/9/2023).

Pada hari ini saja, terdapat 5 kasus karhutla. Kejadian pertama terjadi di RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, sekitar pukul 10.50 Wita.

Kejadian kedua tercatat pada pukul 11.52 Wita, yaitu Karhutla di RT 08, Kelurahan Sungai Parit. Kemudian, karhutla ketiga terjadi pada pukul 16.00 Wita di Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu.

Pukul 16.30 Wita, karhutla terjadi di Jalan Bunga Bayam, Kelurahan Gunung Seteleng. Selanjutnya, laporan karhutla keempat mencapai pukul 18.01 Wita dengan lokasi lahan terbakar di Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam.

BACA JUGA :  Mahakam Jazz River Ramaikan Momen Perkenalan GM Baru Mercure–Ibis Samarinda

“Hingga kini, kami sudah menerima laporan sebanyak 38 kali. Semua personel, bersama tim gabungan dari TNI, Polri, unsur pemerintah daerah lainnya, dan masyarakat, terus berupaya dengan penuh semangat,” jelas Budi.

Ia memprediksi bahwa luas lahan dan hutan yang terbakar kemungkinan akan terus bertambah selama musim kemarau ini. Kebakaran lahan bisa terjadi di mana saja di Kabupaten PPU, karena semua lahan tersebut sangat rentan terbakar.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak musim El Nino saat ini masih berlangsung. Musim kemarau diperkirakan akan berlanjut hingga awal November.

“Oleh karena itu, saya meminta agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena materi yang ada di lahan warga sudah sangat kering dan sangat mudah terbakar,” pungkasnya. (SBK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img