spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kampus Mengajar Angkatan 1 di SD Sumber Kasih Bontang, Mengubah Tantangan Menjadi Harapan

BONTANG – Kampus Mengajar, bagian dari Kampus Merdeka, memanggil mahasiswa dari seluruh program studi dan perguruan tinggi di Indonesia untuk berkontribusi, membuat perubahan, sambil mengembangkan diri.

Di masa pandemi, adik-adik di Sekolah Dasar (SD), khususnya di daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan), mengalami tantangan belajar sementara para guru harus beradaptasi dengan teknologi dan berkreasi. Mahasiswa Kampus Mengajar akan membantu mereka mengubah tantangan menjadi harapan.

Pada 22 Maret 2021 sebanyak 19 mahasiswi  Bontang mengikuti pelepasan program Kampus Mengajar 2021. Mereka nantinya  mengabdi untuk mengajar di beberapa SDN yang berada di sekitar Bontang. Mereka bagian dari 15.000 mahasiswa yang lolos seleksi dari 36.000 orang yang mendaftar.

Pelepasan Kampus Mengajar Tahun 2021 dilaksanakan secara online via zoom yang dihadiri  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, mahasiswa, dan dosen pembimbing lapangan. Program Kampus Mengajar ini juga bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Tidak hanya di perkotaan, mahasiswa juga akan mengabdi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Tentu ini akan menjadi spirit untuk membantu pemerintah memajukan pendidikan di daerah. Juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” terang Kisto.

Lebih lanjut Kisto mengharapkan, para mahasiswa selain mendapat pengalaman mengajar dan manajemen sekolah, keuntungan lain yang diperoleh mahasiswa adalah mendapat bantuan pembiayaan perkuliahan.

Program ini direkognisi menjadi 12 satuan kredit semester (SKS). Di antara kuliah kerja nyata (KKN) dan berbagai mata kuliah lain yang relevan yang dikerjakan mahasiswa di daerah 3T.

Kisto berharap, mahasiswi Bontang yang mengikuti program Kampus Mengajar dapat benar-benar berperan di sekolah yang ditempati. Tidak hanya dalam hal pendidikan atau pembelajaran, tetapi juga membantu manajemen sekolah, administrasi, dan berbagai kegiatan lain.  “Poinnya untuk meningkatkan kualitas dan memajukan pendidikan di daerah 3T,” pungkasnya.

Program Kampus Mengajar  melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang tujuannya untuk menjembatani kesulitan belajar di Sekolah Dasar baik secara daring maupun luring. Sekolah yang mendapat program ini di Kota Bontang adalah SD Sumber Kasih & SD Tunas Bangsa.

Mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan Program Kampus Mengajar di SDN Sumber Kasih  berjumlah 8 orang. Disebutkan oleh Kukuh, masing-masing satu orang  IPB University, Universitas PGRI Samarinda, ditambah 6 orang dari Universitas Mulawarman. Program ini berlangsung selama 3 bulan, mulai 25 Maret hingga 25 Juni 2021.

Wafa, mahasiswi IPB University jurusan Teknologi Industri Pertanian mengatakan, akan mendukung program pendidikan yang ada di SDN Sumber Kasih dengan bersinergi bersama dewan guru. “Dengan senang hati kami akan membantu SD Sumber Kasih untuk menuju ke arah  yang lebih baik. Kita akan bersinergi dengan guru-guru untuk memberikan pembelajaran baik secara daring maupun luring kepada siswa. Kami juga akan bantu guru-guru dalam bidang teknologi pendidikan,” terang Wafa.

Kepala SDN Sumber Kasih Meike mengatakan, pihaknya sangat senang dan bangga menjadi salah satu sekolah tujuan dari Program Kampus Mengajar. “Saya yakin program ini akan menjadi pemicu peningkatan mutu pendidikan di SDN Sumber Kasih. Walaupun di pinggiran tapi dengan semangat menyala sekolah ini terus berbenah dan bergerak untuk meningkatkan kuwalitasnya,” ucap Meike.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Kukuh tampak hadir menyambut kedatangan para mahasiswa. Kukuh berharap para mahasiswa bisa menjadi  agen perubahan untuk menjembatani kesulitan belajar para siswa, baik secara daring maupun luring di masa pandemi Covid-19.

“Para mahasiswa dimohon untuk bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus untuk bisa diaplikasikan dan didedikasikan di sekolah,” tegas Kukuh.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Akhmad Suharto sangat mengapresiasi pelaksanaan Program Kampus Mengajar. Dengan melibatkan para mahasiswa yang juga generasi milenial, diharapkan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan yang sekarang didengungkan melalui sekolah penggerak.

“Program Kampus mengajar ini sangat membantu sekali bagi peserta didik dan juga kepada gurunya merasa dibantu dalam kegiatan proses belajar mengajar. Bagi mahasiswa merupakan peluang yang sangat baik untuk menimba ilmu serta menambah banyak wawasan khususnya di bidang Pendidikan,” jelasnya.

“Semua sekolah seharusnya menjadi sekolah yang favorit. Tidak boleh ada lagi sekolah yang termarginalkan. Kemajuan sekolah harusnya merata,” ucap pria yang dikenal sangat peduli dengan pemerataan kualitas pendidikan di Kota Bontang.

Adapun mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar di SD Sumber Kasih Bontang adalah: Wafa Zakiyatul, Hariyati Novriyana, Agatha Seku, Nurul Rif`Atin Ummah, Sella Anggreni Putri, Yulita Dwi Rinanda, Vitaloka Mawaddhah, dan Reynata Khopsah Julita. (red)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img