Sabtu, November 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jaringan Kutai Barat Terganggu Lagi: Sudah Biasa

DI ZAMAN sekarang nyaris separuh kehidupan manusia dihabiskan dengan bermain internet dan berseluncur ke media sosial. Ada banyak hal yang dapat diterima dengan media sosial seperti kabar terbaru, informasi panas, memesan pakaian, kendaraan bahkan makanan. Kemudahan yang ditawarkan media sosial membuat manusia semakin hari semakin bergantung dengan alat komunikasi yang satu ini, namun tentu saja alat ini tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak ada sebuah jaringan bernama internet.

Jaringan internet menurut saya adalah otak dari kemajuan informasi, teknologi dan media sosial yang memudahkan penggunanya untuk beraktivitas di dunia maya. Namun tidak banyak tempat di Indonesia yang memiliki akses jaringan dengan baik, seperti di pedalaman Kalimantan Timur yaitu Mahakam Ulu, tempat yang cukup jauh membuat penerimaan jaringan terhambat dan juga tempat ini memiliki patokan tersendiri yaitu Kutai Barat.

Kutai Barat bisa disebut sebuah kota yang cukup maju. Ada banyak kantor dan toko-toko besar yang menyediakan barang dan jasa untuk warganya. Namun sayang Kutai Barat memiliki satu masalah yang selalu di sebut sebagai ‘lagu lama’ dan masalah itu adalah internet. Saya sebagai salah satu mahasiswi yang berkuliah secara online dan tinggal di Kutai Barat sangat menyayangkan hal ini. Tidak adanya konfirmasi dan informasi valid dari pemerintah setempat atau tidak adanya sosialisasi membuat saya terkadang harus tidak mengikuti kelas online saya karena jaringan yang terputus.

Kenapa sampai disebut sebagai ‘lagu lama’, itu karena alasan dari jaringan yang putus ini selalu sama yaitu terputus karena ada penggalian. Saya sudah merasakan jaringan yang bermasalah ini sekitar 2 sampai 4 kali dalam sebulan. Alasannya selalu sama, kabel terputus karena penggalian di tempat ini dan ditempat itu, di mana menurut saya ini sangat tidak benar.

Informasi yang sama selalu dijadikan alasan sampai-sampai saya tidak tahu yang mana yang benar dan mana yang hanya alasan. Saya berfikir jika benar karena penggalian bukannya sebelumnya harus disosialisasikan terlebih dahulu? Atau paling tidak, tim penggali itu mengetahui ada kabel yang memasok jaringan ke Kutai Barat di dalam tanah yang akan mereka gali. Mereka akan menghubungi pemerintah dan meminta mengeluarkan statement atau kebijakan untuk terus menggali atau untuk menginformasikan masyarakat bahwa mungkin jaringan akan terhambat untuk sementara waktu karena diadakan penggalian.

Komunikasi inilah yang menurut saya bisa membuat warga menjadi tenang dan bisa mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari. Bahkan kemarin saat tes CPNS, ada satu hari di mana Kutai Barat harus menunda karena jaringan yang tidak kunjung baik. Bukankah hal ini sangat berpengaruh? Jaringan yang menjadi kehidupan para siswa, mahasiswa, pekerja dan usahawan di Kutai Barat di dalam masa pandemi ini tiba-tiba hilang bahkan bisa sampai satu hari, dan tidak ada sama sekali informasi dari hari sebelumnya.

Menurut saya Pemerintah beserta para pemberi kebijakan di Kutai Barat bisa lebih memerhatikan lagi masalah ini. Harus bisa lebih mencari tahu bagaimana cara memperbaiki masalah ini agar masyarakat tidak merasa terus tengganggu dan menunda pekerjaan mereka.

Pemerintah harus memberikan statement terkait mengapa hal ini bisa terjadi, mencari solusi salah satunya dengan memberi informasi tentang adanya penggalian di suatu tempat dan meminta maaf jika pada beberapa hari kedepan ada masalah jaringan. Atau bertemu dengan tim penggali, melakukan mediasi dan pembicaraan dengan baik dengan masalah ini agar jangan sampai jaringan Kembali terganggu dengan masalah yang sama yaitu kabel terputus.

Saya percaya dengan adanya informasi yang baik dan komunikasi yang baik dari pemerintah setempat masyarakat akan lebih siap kedepannya, dan saya yakin Kutai Barat bisa lebih baik lagi kedepannya agar tidak ada lagi kata-kata: Ah jaringan Kutai Barat lagi-lagi down, sudah biasa dan ‘lagu lama’.

Karena menurut saya Kutai Barat sudah sering dilirik oleh para wisatawan. Sayang sekali jika kita tidak menggunakan kesempatan ini dengan baik untuk memajukan daerah kita dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di dalamnya, salah satunya jaringan internet. Saya harap komunikasi antara pemerintah dan warga setempat bisa lebih sering dilakukan dan menjadi komunikasi yang intens. (**)

Oleh: Lidia Tiatra Awing
Mahasiswi Universitas Mulawarman Jurusan Ilmu Komunikasi

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengendarai Motor, Pria Misterius Ceburkan Diri ke Sungai Mahakam

0
SAMARINDA - Seorang pria yang belum diketahui identitasnya nekat bersama sepeda motornya menceburkan diri ke Sungai Mahakam, di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan...

Pengendara Tewas di Jalan Rusak Bonles, Nursalam: Keluarga Korban Bisa Menuntut

0
BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari pada Kamis (25/11/2021) malam, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Termasuk kalangan pengusaha...