spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Indika Nature Dirikan Pabrik di Paser, Bupati Minta Perhatikan Serapan Naker Lokal

PASER – Dalam waktu dekat, PT Indika Multi Properti atau Indika Nature, melalui anak perusahaannya yakni PT Jaya Bumi Paser, bakal mendirikan pabrik kayu energi (wood pellet) di Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Muara Samu.

Indika Nature sendiri merupakan perusahaan penyedia solusi berbasis alam dengan fokus pemeliharaan dan pengembangan lingkungan dengan cara mengelola hutan secara berkelanjutan di bawah naungan Indika Group.

Kehadiran perusahaan itu pun, turut disambut baik oleh Bupati Paser, Fahmi Fadli, yang hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan pabrik di atas luasan lahan 8,5 hektere, pada Selasa (8/8/2023) lalu.

“Kehadiran kami merupakan salah satu bukti dukungan kepada perusahaan, agar perusahaan ini nanti bila sudah berjalan, bisa memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat,” kata Fahmi.

Fahmi pun punya harapan besar terhadap pabrik yang nantinya dipastikan selesai berdiri di November 2023 mendatang itu. Harapan itu berupa pemberdayaan masyarakat Kabupaten Paser dalam hal pekerjaan, khususnya masyarakat Desa setempat.

“Dengan hadirnya investasi di Kabupaten Paser, peluang akan pekerjaan dan peningkatan ekonomi masyarakat bisa lebih baik dari yang sudah dirasakan saat ini,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Fitnah, PKS Milik PTPN XIII Bantah Jual Aset ke Pengusaha China

Fahmi mengakui, hingga kini Kabupaten Paser masih menghadapi angka pengangguran dan angka kemiskinan yang tinggi. Apalagi, puncak masalah tersebut lumayan terjadi saat Covid-19 melanda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, angka kemiskinan pada 2021 adalah 9,73 persen, turun pada 2022 menjadi 9,43 persen. Sementara Tingkat pengangguran terbuka pada 2021 yaitu 5,7 persen dan di 2022 menjadi 4,88 persen.

“Saya berharap pakai dulu sumber daya masyarakat yang ada. Kecuali sudah tidak ada, baik yang skill maupun nonskill, silakan cari di luar. Tolong berdayakan masyarakat desa,” tegasnya.

Bukan sekadar permohonan belaka, ia juga menegaskan agar para Camat, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat setempat turut bersama-sama mengawasi dan memantau serapan tenaga kerja yang ada, guna menurunkan tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan.

“Jangan sampai disorot ada perusahaan besar tapi masih ada msyarakat miskin. Itu akan jadi pembahasan yang kurang baik juga,” tegasnya. (bs)

Pewarta : Bhakti Sihombing, Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img