spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hetifah Tingkatkan Kapasitas SDM PAUD Balikpapan agar Lebih Transparan dan Akuntabel

BALIKPAPAN- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Direktorat Jenderal PAUD Pendidikan Dasar Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Workshop Pendidikan bertajuk “Peningkatan Kualitas Layanan PAUD Melalui Perencanaan Berbasis Data” di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (19/9/2020).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 130 kepala sekolah dan guru PAUD, TK/ RA, KB se-Balikpapan dan Penajam Paser Utara ini, menghadirkan narasumber Hetifah Sjaifudian, Muhammad Hasbi (Direktur Sekolah Dasar-Kemendikbdusristek RI), Purnomo (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan), Sri Purwanti (akademisi), Djajeng Baskoro (Widyaprada Ahli Utama), dan Nor Ilman Saputra (Pokja Dit PAUD).

Menurut Purnomo, workshop ini merupakan salah satu dukungan untuk terciptanya Pendidikan PAUD berkualitas dan merata bagi seluruh anak usia dini bertumbuh kembang optimal dan memiliki fondasi untuk memahami dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Hasbi mengatakan, Kegiatan Perencanaan Berbasis Data (PBD) merupakan kegiatan yang paling hilir dalam meningkatkan kualitas pendidikan di satuan pendidikan, untuk memitigasi berbagai persoalan pendidikan.

“Salah satu PAUD berkualitas adalah yang mampu membuat perencanaan awal yang terarah. Diantaranya dalam hal: identifikasi, refleksi, benahi, dan tindak lanjut di kegiatan dan program” paparnya.

Sementara Hetifah menyampaikan bahwa PBD bukan hanya sekadar teknis identifikasi dalam penyusunan atau perencanaan anggaran. Namun, PBD adalah sebuah alat bantu untuk mencapai suatu perubahan perilaku dan pola pikir yang lebih rasional, transparan, dan akuntabel dalam perencanaan program dan anggaran satuan pendidikan.

“Singkat kata, PBD menjadi alat bantu untuk mentransformasi pelayanan satuan pendidikan menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan” papar politikus Golkar ini.

Lebih lanjut, Hetifah menjelaskan, ujung tombak dari PBD adalah pelaku/satuan pendidikan. Jadi sebaik apapun alat bantu yang digunakan, tidak akan optimal tanpa kesungguhan pelaku untuk belajar dan mengimplementasikan PBD di satuan pendidikan masing-masing.

“Pada akhirnya, data hanyalah sebuah data. Sedangkan kualitas analisa, evaluasi, dan implementasi SDM PAUD menjadi penentu utama keberhasilan,” tambah Hetifah.

Dia menegaskan pula, kualitas tumbuh kembang siswa PAUD sangat bergantung dari kualitas pelayanan satuan pendidikan itu sendiri.

“Anak berkembang secara holistik, dimulai dari proses berkualitas dan bermakna. PAUD berkualitas ditentukan dari kualitas layanannya, memiliki lingkungan belajar berkualitas,” pungkas Hetifah.(rls/eky)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti