JAKARTA — Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan sejarah.
Momentum tersebut dinilai penting untuk membangkitkan semangat bersama menghadapi berbagai tantangan bangsa, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga perubahan sosial akibat perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Menurut Hetifah, tantangan kebangkitan nasional saat ini berbeda dengan masa perjuangan melawan penjajahan fisik. Di era modern, Indonesia dituntut mampu membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tanpa kehilangan karakter kebangsaan.
“Melalui pendidikan, literasi, inovasi, dan semangat gotong royong, kita harus mampu menciptakan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu menilai pendidikan menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan Indonesia. Karena itu, penguatan kualitas pendidikan, budaya literasi, serta pemanfaatan teknologi secara positif perlu terus didorong agar mampu menjawab tantangan global.
Hetifah juga menegaskan momentum Harkitnas menjadi bahan refleksi bagi Komisi X DPR RI dalam meningkatkan kinerja pengawasan dan memastikan kebijakan di bidang pendidikan, kebudayaan, olahraga, riset, dan literasi benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat.
Karena itu, Komisi X DPR RI terus mendorong penguatan dialog dengan masyarakat, penyerapan aspirasi, serta pengawasan terhadap program-program pemerintah agar lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan di lapangan.
Dalam pesannya kepada para guru saat memperingati Harkitnas di IKN Kaltim, Hetifah mengajak para pejuang pendidikan Indonesia untuk menjadikan Harkitnas sebagai motivasi untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
“Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, para pendidik harus adaptif, serta menjaga karakter, etika, dan semangat cinta tanah air dengan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan inovatif,” tutupnya.
Editor: Nicha R



