spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harga TBS Kelapa Sawit Turun, Andi Amir Sebut di Berau Tidak Terdampak Buruk


TANJUNG REDEB – Ketua Komisi II DPRD Berau, Andi Amir Hamzah, memberikan tanggapan terkait kabar penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang terjadi pada minggu pertama bulan Mei 2023. Menurutnya, penurunan harga tersebut disebabkan oleh turunnya harga Crude Palm Oil (CPO) satu digit.

Andi Amir menjelaskan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi terkait hal ini. Ia memperkirakan bahwa harga TBS kelapa sawit kemungkinan akan kembali normal pada awal bulan Juni mendatang, namun hal ini hanya sebatas perkiraan agar masyarakat tidak terlalu khawatir.

Ketika ditanya mengenai pengaruh turunnya harga TBS bagi sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Berau, Andi Amir menyatakan bahwa penurunan harga yang terjadi tidak berdampak buruk. Menurutnya, harga TBS kelapa sawit di Bumi Batiwakkal masih aman meskipun terjadi penurunan harga, karena harga rata-rata di Berau masih sekitar Rp 2.000 per kilogram.

Andi Amir juga menjelaskan bahwa di wilayah pesisir selatan, masih terdapat 3 pabrik yang masih mampu bertahan dengan harga di atas dua ribuan. Namun, ia belum sempat mengecek harga di Kecamatan Segah.

BACA JUGA :  Pengurangan Jadwal Terbang Batik Air ke Berau, Komisi II DPRD Berau Sebut Pihak Terkait Lakukan Block Seat

“Dari penjelasan tersebut, saya kira tidak terlalu dirugikan karena memang di Berau rata-rata harga masih sekisar Rp 2000 per kilogram,” ujarnya. (dez/adv)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img