spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hadapi Ancaman Karhutla, BPBD Kukar Siapkan 33 Personel selama 24 Jam

TENGGARONG – Cuaca panas di Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian khusus Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dapat diatasi dengan baik dan tidak meluas. Salah satunya dengan menyiapkan personel 24 jam.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, mengatakan ada 35 personel yang disiapsiagakan. Di antaranya 33 personel dan 2 koordinator lapangan (korlap). Di mana, 33 personel akan dibagi menjadi 3 tim, dan tiap tim berisikan 11 personel.

“Karhutla itu harus kami antisipasi, kami sendiri ada personel yang siap siaga 24 jam,” ungkap Abdal.

Tak hanya itu, BPBD Kukar yang juga bertugas sebagai koordinator, komando dan pelaksana, pun melibatkan pihak lain dalam hal penanganan karhutla. Mulai komunikasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi. Termasuk jajaran TNI dan Polri.

“Kita saling tukar informasi dan memback up,” lanjut Abdal.

Diketahui, berdasarkan sumber data Sipongi Karhutla Monitoring Sistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sejak tanggal 18-21 Februari 2024 saja, sudah ada 204 titik panas yang terdeteksi. Tentu ini menjadi perhatian serius yang dihadapi oleh BPBD Kukar.

Di mana ada sebanyak 5 kejadian yang tersebar di Kecamatan Tenggarong dan Kota Bangun, sejak 31 Januari 2024 hingga berita ini ditulis.

Yakni di Kecamatan Tenggarong masing-masing terjadi di Kelurahan Panji (16/2/2024), Dusun Bensamar (18/2/2024), Kelurahan Baru (19/2/2024). Sementara di Kecamatan Kota Bangun terjadi di Desa Liang pada Minggu (18/2/2024). Dan pada Rabu (31/1/2024), terjadi di Desa Kota Bangun 2, Kecamatan Kota Bangun.

Untuk penanganannya, Abdal mengatakan total ada 2 unit kendaraan damkar, 4 unit pompa portabel, dan peralatan lainnya sebanyak 20 unit. Belum lagi bantuan dari para relawan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api dan Balakarcana di masing-masing kecamatan.

“Saat ini (karhutla) belum besar skalanya, tidak sampai satu ha,” tutup Abdal.

Penulis : Muhammad Rafi’i
Editor : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img