Golkar Resmi Usung Pasangan Calon di 5 Daerah, Ayub: 4 Daerah Disurvei Ulang

0

JAKARTA – Dari 9 Kabupaten Kota di Kaltim, Partai Golkar telah mengumumkan 5 pasangan calon yang diusung untuk bertarung di Pilkada serentak 2020. Sekretaris DPD Golkar Kaltim M Husni Fahruddin mengatakan pengumuman resmi 5 pasangan calon kepala daerah se-Kaltim dilaksanakan di Kantor DPP Golkar, Jakarta, tepatnya pukul 14.00 WIB, Minggu (12/7/2020).

“Iya benar, sudah ada 5 pasang calon yang telah diumumkan. Kan ada 9 kabupaten kota yang menggelar Pilkada, jadi masih ada 4 pasang calon lainnya belum diumumkan. Mereka masih harus disurvei ulang. Ini untuk memastikan elektabilitas mereka masih terbaik,” ungkap Fahruddin yang akrab disapa Ayub kepada wartawan MEDIAKALTIM.com.

Dijelaskannya, kelima pasang calon yang sudah diumumkan Partai Golkar, sebelumnya sudah melalui survei internal Partai Golkar dan elektabilitasnya dianggap cukup bisa memenangkan pertarungan di Pilkada 2020. “Kami punya target, minimal 60 persen bisa menang di seluruh Kabupaten Kota. Tentu kami akan lebih senang, bisa menang 100 persen,” tegas Ayub.

Adapun 5 pasang calon yang telah ditetapkan dan diusung Partai Golkar yakni untuk Kota Bontang, Kota Balikpapan, Kabupetan Berau, Kabupaten Mahulu, dan Kabupaten Kutim.

Dijelaskannya, untuk Bontang, telah ditetapkan pasangan Neni Moerniaeni-Joni Muslim sebagai calon walikota dan wakil walikota. Kemudian di Balikpapan, Golkar menetapkan pasangan calon walikota dan wakil walikota Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz. Untuk Berau, Golkar menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati, Seri Marawiyah-Agus Tantomo.

Selanjutnya untuk Pilkada di Mahulu, Golkar mengusung Bonifasius Belawan Geh-Yohanes Avun sebagai calon bupati dan wakil bupati. Terakhir di Kutim, pasangan yang diusung adalah Mahyunadi-Lulu Kinsu.

Bukankah di Kutim, Golkar memiliki kader lain yakni Ketua DPD Golkar Kutim Kasmidi Bulang? Ayub mengakui di Kutai Timur, Golkar memiliki 2 kader terbaik untuk bisa diusung menjadi calon kepala daerah yakni Mahyunadi dan Kasmidi Bulang. “Tapi ada yang menjadi pertimbangan DPP Partai Golkar dan tentu sifatnya tidak bisa kami sampaikan ke publik. Termasuk kita juga melihat hasil survei terkini,” pungkasnya. (ant)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini