SAMARINDA – Pilkada masih jauh, namun Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim), M Husni Fachruddin, menegaskan bahwa arah baru konsolidasi partai kini menempatkan jabatan ketua DPD kabupaten/kota sebagai posisi strategis. Lantaran terhubung langsung dengan agenda perebutan kekuasaan di tingkat daerah.
Politikus yang akrab disapa Ayub itu menyebut, Golkar tidak lagi memandang kursi ketua hanya sebatas jabatan struktural organisasi, melainkan sebagai titik awal penyiapan figur yang akan diusung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah mendatang.
“Jadi memang kita punya agenda bahwa yang menjadi ketua Golkar di kabupaten dan kota itu adalah menjadi calon kepala daerah. Jadi salah satu syaratnya itu. Kalau dia nggak mau jadi calon kepala daerah, nggak kami majukan sebagai ketua, nggak jadi dia,” tegas Ayub pada Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi partai agar mesin politik dapat bergerak lebih solid dan terarah saat memasuki momentum Pilkada.
Golkar, kata dia, membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga memiliki keberanian politik serta elektabilitas untuk bertarung di level eksekutif.
Karena itu, kader yang tidak memiliki kesiapan maju sebagai calon bupati, wali kota, maupun gubernur dipastikan tidak akan mendapat ruang dalam perebutan kursi ketua DPD.
“Yang pasti, yang jadi calon kuat itu dan menjadi ketua itu orang yang maju sebagai kepala daerah. Itu aja kuncinya. Kalau dia tidak berani maju, tidak punya potensi, kita tidak akan memberikan peluang itu,” ujarnya.
Ayub menilai posisi ketua sangat menentukan karena berada di pusat kendali organisasi partai di daerah. Bila figur calon kepala daerah bukan berasal dari pemegang komando partai, maka efektivitas pergerakan struktur dinilai akan sulit tercapai.
“Ini sangat penting. Karena dia pemimpin organisasi kan, mesin partai dia pegang. Jadi kalau dia bukan jadi ketua, sulit dia menggerakkan mesin partai,” imbuh ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim itu.
Saat ditanya mengenai kemungkinan munculnya nama-nama populer dari kalangan legislatif seperti Andi Satya Adi Saputra maupun Hasanuddin Mas’ud, Ayub tidak menutup peluang tersebut.
Namun ia menegaskan, siapa pun figur yang nantinya terpilih sebagai ketua DPD Golkar di masing-masing daerah, dialah yang akan menjadi prioritas utama partai untuk diusung dalam Pilkada.
“Siapa nanti yang terpilih menjadi Ketua Golkar Samarinda atau Ketua Golkar di kabupaten dan kota, dialah yang akan kita usung menjadi calon kepala daerah. Itu intinya,” tutupnya.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Muhammad Rafi’i



