spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gelar Aksi, Mahasiswa UM Berau dan IMM Berau Suarakan Tiga Tuntutan

TANJUNG REDEB – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan secara resmi pada Minggu (3/9/2022) lalu, terus memicu munculnya aksi demonstrasi.

Aksi penolakan kenaikan harga BBM kali ini dilakukan di depan Kantor DPRD Berau, Senin (12/9/2022). Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi tersebut berasal dari Forum BEM Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) dan organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Berau.

Dalam aksinya, mereka secara tegas menuntut dan menolak kenaikan harga BBM yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Kenaikan harga BBM ini, dinilai mahasiswa akan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat.

Koordinator Umum, Ahmad Afandi mengatakan, kenaikan harga BBM sangat berdampak buruk pada kehidupan rakyat. Terkhusus memukul UMKM, lantaran daya beli yang menurun, dan tentunya berdampak pada peningkatan pengangguran dan kemiskinan.

“Kami menuntut pemerintah agar membatalkan penyesuaian harga BBM dan menurunkan harga BBM bersubsidi. Karena itu sangat berdampak kepada masyarakat,” kata Ahmad Afandi.

Selain menuntut kenaikan harga BBM, para mahasiswa juga menolak segala aktivitas yang dapat merusak lingkungan dan meminta pemerintah segera mencari solusi untuk kembali menormalkan harga tiket pesawat di Kabupaten Berau.

“Ini aspirasi masyarakat. Kami menuntut DPRD Berau dan Pemkab untuk menindaklanjuti permasalahan yang telah kami suarakan,” bebernya.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Berau Madri Pani menegaskan, penyesuaian harga BBM merupakan kebijakan yang tidak manusiawi karena dilakukan dalam kondisi yang tidak tepat. Dia  mengaku sepakat dengan tuntutan para mahasiswa.

“Kita baru saja melewati masa pandemi. Dimana banyak masyarakat kita yang terdampak. Maka dari itu, saya menandatangi MoU dari teman-teman mahasiswa,” tuturnya.

Kendati demikian, Madri Pani mengapresiasi perjuangan mahasiswa dalam membela kepentingan masyarakat. Dirinya mengaku, akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat.

“Kita juga sepakat bahwa BBM subsidi harus tepat sasaran, tidak boleh dipukul rata. Aspirasi teman-teman akan kami sampaikan ke pemerintah pusat. Bahwa ada gejolak di bawah imbas dari adanya penyesuaian BBM ini,” tutupnya. (Dez)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img