spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPPKB Kukar Tetapkan 21 Desa Lokasi Pencegahan Stunting di 2023

TENGGARONG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutai Kartanegara (DPPKB Kukar) menetapkan sebanyak 21 desa dan kelurahan menjadi lokus atau lokasi pencegahan stunting pada 2023 mendatang.

Menurut Kepala DPPKB Kukar, Adinur, ke-21 desa/kelurahan itu adalah Muara Kaman Ilir, Muara Kaman Ulu, Liang Buaya, Menamang Kanan, Muara Pantuan, Pendingin, Sabintulung, Sidomulyo, Sangasanga Dalam, Sebulu Ulu, Manunggal Daya, Mekar Jaya, Loa Janan Ulu, Batuah, Tani Harapan, Loa Duri Ilir, Tanjung Limau, Saliki, Muara Badak Ulu, dan Muara Jawa Ulu.

Jumlah ini, menurut adinur, meningkat dibanding jumlah desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai lokus pencegahan stunting di tahun 2022 yang hanya  19 desa/kelurahan.

“Meski di 237 desa dan kelurahan di Kukar ini yang risiko stunting ada, tapi kita coba terapkan lokus ini sesuai amanah Kemendagri,” ungkap Adinur, Rabu(16/11/2022).

Meski hanya 21 desa dan kelurahan, Adinur memastikan tetap melakukan hal serupa di 216 desa dan kelurahan lain yang ada di Kukar. Hal ini bertujuan agar jumlah desa yang menjadi lokus pencegahan stunting, tidak  bertambah lagi. Mengingat target Kukar terkait jumlah stunting diangka 14 persen pada tahun 2024.

Diketahui, di Kukar ada sebanyak 80 ribu keluarga rentan atau berisiko stunting. Dengan jumlah kasus stunting di Kukar yang mencapai 3 ribu keluarga, penetapan lokus dinilai sebagai upaya mencegah bertambahnya kasus stunting di Kukar.

Salah satunya dengan membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) di 237 desa dan kelurahan. Dengan jumlah 477 TPK yang sudah terbentuk di 237 desa/kelurahan, dengan total anggota sebanyak 1.431 orang. (adv/afi)

15.9k Pengikut
Mengikuti