spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DLH Harap Peningkatan Sekolah Adiwiyata di Bontang

BONTANG – Ada sebanyak 12 sekolah yang mengikuti asistensi sekolah adiwiyata tahun 2023 yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang. Ini dimaksudkan untuk melihat syarat-syarat administrasi dan dokumen langsung dalam penilaian tingkat kota.

Kabid Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Lingkungan Hidup, Ervina Setianingsih mengatakan asistensi dilakukan bagi calon sekolah adiwiyata tingkat kota yang akan mengikuti penilaian sekolah adiwiyata tahun 2023.

Ia menyebutkan dari 120 sekolah dari tingkat SD, SMP hingga SMA, baru sebanyak 30 persen sekolah yang menjadi sekolah adiwiyata atau sebanyak 36 sekolah.

“Baru 30 persen sekolah yang menjadi sekolah adiwiyata. Untuk meningkatkan sekolah-sekolah di Bontang dalam melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) dalam hal ini DLH melakukan pembinaan kepada sekolah yang belum menjadi sekolah adiwiyata,” kata Ervina ditemui Mediakaltim.com, Selasa (21/2/2023).

Dirinya menyebutkan apresiasi sekolah adiwiyata diberikan kepada sekolah yang telah melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah. “Jadi pemerintah memberikan penghargaan namanya sekolah adiwiyata. Jadi sekolah adiwiyata ada tingkat kota, provinsi, nasional dan sekolah adiwiyata mandiri,” jelasnya.

BACA JUGA :  Diresmikan, Warga Sudah Bisa Urus Paspor lewat UKK Imigrasi Kelas I di Kota Bontang

Ervina menambahkan, dalam pembinaan kepada calon sekolah adiwiyata, calon sekolah adiwiyata akan mempersiapkan dokumen persyaratan dan pelaksanaan GPBLHS secara konsisten sehingga akan dinilai dan diberi penghargaan sekolah adiwiyata tingkat kota.

“Harapannya semakin banyak sekolah yang menerapkan GPBLHS di masing-masing sekolah. Tujuan GPBLHS agar warga sekolah dapat bertanggung jawab dalam fungsi pelestarian lingkungan hidup,” katanya.

Pelaksanaan sekolah adiwiyata, lanjut Ervina memiliki tiga komponen yakni perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan hingga evaluasi. “Melalui tiga komponen itu, akan dilaksanakan perencanaan GPBLHS secara empat tahunan,” ungkapnya.

Dalam penilaian sekolah adiwiyata dilakukan secara langsung baik dari syarat dokumen maupun penilaian langsung pelaksanaan program adiwiyata di sekolah. (yah)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img