spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ditarget Pordi Kabupatan Kota 1 Tahun Harus Terbentuk, Sirajuddin: Domino Bukan Judi  

SAMARINDA – Ketua Umum Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi)  Pusat, H Andi Jamaro Dulung meminta Pordi Kaltim segera membentuk Pordi di tingkat kabupaten kota. Ditarget dalam waktu satu tahun sudah harus terbentuk Pordi kabupaten/kota sekaligus pelantikannya.

Ia menaruh harapan besar pada Ketua Pordi Kaltim H Andi Syamsuddin Tang untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Pordi. Apalagi kini Pordi sedang  membenahi dan persiapan persyaratan administrasi untuk masuk dalam salah satu cabor di Koni.

“Prodi dilahirkan 12 desember 2019. Setelah Kaltim, dalam waktu dekat akan dilantik juga pengurus Pordi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.  Syarat dari KONI  yang saat ini sedang kita siapkan persyaratannya, salah satunya  harus melaksanakan 4 event nasional. Tinggal sekarang  kejurnas ketiga dan keempat tidak harus diikuti oleh 10 provinsi maka sudah terpenuhi syaratnya. Ayo semangat,” tegasnya usai melantik Ketua, Sekretaris, dan Pengurus Pordi Kaltim untuk masa bakti 2022-2026.  Hadir dalam pelantikan, Asisten I Setprov Kaltim H Sirajuddin.

Dikatakannya, Domino  adalah permainan milik rakyat yang sebenarnya di setiap daerah berbeda cara bermainnya. Kartunya juga ada yang berbeda. Itulah yang akan diseragamkan Pordi.

“Yang perlu diketahui, dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART), tidak boleh ada kesan judi dalam Pordi. Makanya  saya minta kepada masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota yang sudah terbentuk, agar berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk segera menertibkan jika memang ada indikasi judi. Karena itu melanggar AD/ART Pordi. Olahraga domino ini merupakan olahraga banyak yang dicintai oleh masyarakat. Murah dam bisa dimainkan oleh siapa saja,” bebernya.

Senada dengan Ketua Umum Pordi, Kadispora Samarinda, H Muslimin yang hadir mewakili Wali Kota Samarinda juga berharap ke depan Pordi sama dengan cabang olahraga lain seperti catur, yang bisa diikutkan dalam pertandingan tingkat nasional.

“Karena Domino ini menjadi bagian dari olahraga. Ke depan kita berharap olahraga domino ini sama dengan cabang olahraga lain seperti catur yang bisa diikutkan dalam pertandingan tingkat nasional. Selain itu, sebagai olahraga masyarakat yang berkembang luas di masyarakat, domino biasanya  menjadi ajang untuk bersilaturahmi antar masyarakat ketika ada acara keluarga maupun acara di kampung-kampung,” tutur Muslimin.

Sementara itu, Asisten I Setprov Kaltim, H Sirajuddin mengungkapkan, bahwa domino adalah olahraga yang diakui secara nasional. Karena itulah, ia berharap proses untuk segera terdaftar di KONI bisa segera.

“Domino adalah olahraga yang murah. Hanya saja oleh masyarakat domino identik dengan judi. Itulah yang harus disosialisasikan oleh Pordi.  Saya berharap dengan adanya Pordi ini  menjadi wadah perkumpulan yang membuat happy  dan bahagia, karena domino adalah olahraga yang menguras pemikiran, konsentrasi dan yang utama adalah kejujuran. Pesan juga untuk ketua yang sudah dilantik, bagaimana bisa berkolaborasi, berkontribusi dengan semua anggota untuk terus mensosialisasikan Pordi di masyarakat bahwa domino bukan judi,” ujar Sirajudin. (ozi)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img