spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Disbun Kaltim Salurkan Ribuan Bibit Karet dan Pupuk untuk Dukung Petani

SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) dapat melakukan transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau dengan meningkatkan intensifikasi kawasan, memperbaiki produktivitas, dan memastikan kelestarian kawasan ekologis dan sosial-budaya tetap terjaga.

Dalam sektor perkebunan, upaya transformasi ini melibatkan pelaksanaan perkebunan berkelanjutan, penggunaan lahan karbon rendah untuk pengembangan perkebunan, pelestarian kawasan konservasi tinggi, serta peningkatan produktivitas tanaman perkebunan.

Untuk mencapai tujuan ini, pemetaan jalan atau rencana strategis di suatu daerah menjadi sangat penting. Hal ini juga berlaku untuk pemetaan program prioritas dan unggulan di berbagai sektor, karena pengumpulan data yang baik akan mendukung pembuatan kebijakan yang tepat.

Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim sedang melakukan pemetaan program prioritas untuk sektor perkebunan di Benua Etam. Beberapa program prioritas yang telah dilaksanakan oleh Disbun Kaltim termasuk pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, lada, karet, kakao, aren, dan kelapa.

Selain itu, Disbun Kaltim juga fokus pada kerja sama dalam sektor perkebunan, pembinaan, dan penanganan konflik yang mungkin timbul. Koordinasi, penguatan kelompok petani, serta pendekatan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari program prioritas mereka.

BACA JUGA :  Evaluasi Program FCPF-CF, Kadisbun Kaltim Rincikan Ruang Lingkup dan Wilayah

Baru-baru ini, Disbun Kaltim bersama dengan pihaknya menyalurkan ribuan bibit karet dan puluhan kilogram pupuk kepada salah satu kelompok tani di Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Evaluasi kinerja dan perancangan ulang dalam pengendalian kebakaran lahan perkebunan juga menjadi fokus program prioritas mereka.

Dengan komitmen kuat dan aksi-aksi ini, Disbun Kaltim berharap dapat meningkatkan kesiapan perusahaan perkebunan dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sarana dan Prasarana (sarpras) Pengendalian Kebakaran Lahan Perkebunan (Dalkarlabun) milik perusahaan.

“Program-program ini merupakan langkah menuju transformasi ekonomi hijau dan memastikan keberlanjutan ekosistem perkebunan di Kaltim,” ujar Ahmad Muzakkir, Kepala Disbun Kaltim. (adv)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img