spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dipasok Genset, Pamsimas di Desa Pela Segera Berfungsi Lagi

TENGGARONG– Meski telah dibangun program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas),  kebutuhan air bersih belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Mereka terpaksa memanfaatkan air saringan, dari Sungai Mahakam yang menggunakan tawas.

Saat dikonfirmasi Kasi Bina Teknis Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar, Supriyadi mengatakan, program yang dibangun 3 tahun lalu itu, terkendala karena terbatasnya pasokan listrik. Sehingga program Pamsimas di Desa Pela tak kunjung berfungsi hingga kini.

“Kendala voltase-nya tidak mencukupi, kalaupun dipaksakan khawatir panel yang ada malah rusak. Jalan keluarnya harus diadakan genset untuk mengoperasikannya sambil menunggu penambahan voltase dari PLN,” ungkap Supriyadi, belum lama ini.

Pengadaan genset, lanjut Supriyadi, sudah dianggarkan di APBD-P Kukar 2022. Dengan begitu, diharapkan penyaluran air bersih ke rumah warga bisa segera terlaksana.

Disebutkan pula, jika sudah berjalan, pengelolaan Pamsimas dipastikan akan diserahkan ke Desa Pela, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pela, sebagai bentuk kemandirian desa.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pela, Supyan Noor membenarkan kebutuhan listrik harus segera dipenuhi. Agar infrastruktur Pamsimas yang sudah berdiri bisa segera bermanfaat. Sebab, mereka  sejauh ini masih memanfaatkan air saringan yang menggunakan tawas.

“Apalagi kita tinggal di pinggiran sungai dan tidak ada PDAM, mau tidak mau pakai cara lama (menggunakan tawas),” jelas Sufyan.

Sebelumnya, warga Desa Pela sempat berinisiatif menambah daya listrik secara swadaya. Namun upaya itu hanya berjalan sebentar, hingga akhirnya kembali tidak berfungsi.

Dengan adanya pemenuhan daya listrik menggunakan genset, sebanyak 125 rumah di Desa Pela bakal merasakan nikmatnya air PDAM. Tentunya ini menunjang keberadaan Desa Pela sebagai salah satu desa wisata yang di Kukar.

“Banyaknya pengunjung yang datang, dan kami harus menyediakan air bersih untuk mereka,” tutup Supyan. (afi)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img