spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dinsos Kukar Harap Pemdes Terlibat Penanganan ODGJ

TENGGARONG– Dinas Sosial Kutai Kartanegara (Dinsos Kukar) berharap pemerintah desa ikut berperan aktif dalam menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal ini menyusul ditemukan seorang pemuda di Kecamatan Tabang, yang dipasung oleh orang tuanya sendiri selama 3 tahun, karena korban kerap keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Kepala Dinsos Kukar Hamly, mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perangkat kecamatan maupun pemerintah desa, saat ditemukan ada warga ODGJ yang dipelihara oleh keluarga.

Hal ini untuk bisa memberikan pendampingan ataupun konseling terkait dengan tahapan penanganan. “Kalau tidak benar penanganannya, justru bertambah parah. Bukan tambah sembuh tapi jadi parah. Karena kemungkinan ODGJ bisa sembuh itu juga cukup besar,” kata Hamly, Kamis (17/11/2022).

Hamly menambahkan, di level Kementerian Sosial (Kemensos), ODGJ bisa menjadi orang yang bermanfaat dengan dibina langsung oleh menteri. Tentu ini bisa menjadi bahan percontohan.

Hamly tidak memungkiri, masih ada kekurangan dari Dinsos Kukar dalam hal penanganan ODGJ. Diantaranya sektor sumber daya manusia (SDM) dan anggaran yang terbatas.

Maka dari itu, kerja sama dengan pihak ketiga bisa menjadi solusi. Seperti menggandeng asosiasi psikiater untuk membantu Dinsos Kukar. “Paling tidak kegiatan sosialisasinya yang kita perlukan, edukasi atau ilmu untuk menangani ODGJ itu yang penting,” lanjutnya.

Hamly meyakini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara untuk menangani ODGJ yang baik dan benar. Apalagi di desa-desa yang tersebar di Kukar. “Di kampung dan desa-desa tahunya dipasung. Ini lebih ekstrem lagi, selain yang bersangkutan kasihan, ini juga melanggar hak asasi manusia,” tutupnya. (adv/afi)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti