spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dinkes Harus Buka Posko Pengaduan untuk Deteksi Ginjal Akut


TANJUNG REDEB – Untuk mendeteksi kasus ginjal akut, Ketua DPRD Berau, Madri Pani meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau membuka posko pengaduan masyarakat.

Dia menerangkan, dengan adanya posko pengaduan, masyarakat dapat melakukan pengecekan dini gejala ginjal akut. Dengan begitu, Dinkes Berau bisa mengambil langkah pencegahan. “Masyarakat juga tidak malu untuk melakukan pengecekan kesehatan, apabila Dinkes telah membuka posko. Malah lebih baik jika bisa setiap kampung ada posko pengecekan,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya posko pengaduan sama halnya dengan sistem jemput bola, seperti saat vaksin Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Saya khawatir, gejala ginjal akut terjadi juga di Berau, namun masyarakat belum mengetahui ciri-ciri dan gejala awalnya seperti apa, karena tidak semua masyarakat paham,” ujarnya.

Politikus NasDem ini menambahkan, angka kematian cukup tinggi akibat ginjal akut yang terjadi pada anak, dengan rentan usia 0-5 tahun. Tentu, hal ini juga menjadi kekhawatiran bagi dirinya dan orangtua lainnya.

“Menurut saya, langkah membuka posko ini tepat. karena, banyak masyarakat di kampung yang belum mengetahui bagaimana gejala ginjal akut,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Rudi Mangunsong Sarankan Kepala Kampung Long Ayan Gandeng Pihak Ketiga

Madri mencontohkan, seperti area blank spot, tentu sulit untuk update data terbaru adanya penyakit ginjal akut akibat salah satu obat sirop yang tentunya dijual bebas di warung. “Meskipun di satu sisi, apotek telah menyetop penjualan. Seharusnya ada sosialisasi,” ucapnya.

Kendati demikian, dirinya meminta masyarakat untuk tidak takut dan malu dalam memeriksa kondisi kesehatan. “Harus percaya pada dokter dan jangan mengonsumsi obat yang tidak dianjurkan,” pungkasnya. (adv/dez)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img