spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dibalik Pesona Keindahan Super Blood Moon, Tsunami dan Gempa Mengintai

BALIKPAPAN – Bulan dengan kesempurnaan bundarnya sudah terlihat ketika matahari tenggelam di ufuk barat Balikpapan. Pukul 19.08 Wita, satelit alami yang telah mencapai purnamanya itu pelan-pelan memerah. Fenomena alam yang hanya terjadi 195 tahun sekali itu berlangsung selama 28 menit.

Pada Rabu (26/5/2021) malam itu, masyarakat Balikpapan disuguhi keindahan gerhana bulan total atau super blood moon. Banyak pasang mata menyaksikan kejadian langka tersebut di beberapa lokasi. Ada yang sekadar menikmati, ada pula yang mengabadikan momen mengesankan itu menggunakan kamera.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, punya cara sendiri menyambut kedatangan gerhana bulan total. Bersama sejumlah pejabat, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, Rizal melaksanakan salat gerhana di rumah jabatannya saat bulan mulai memerah. Melaksanakan ibadah sunah, kata Rizal, sebagai bentuk rasa syukurnya atas kebesaran Ilahi itu.

Meski banyak dikagumi, bukan berarti tidak ada bahaya dari gerhana bulan total. Kepala Stasiun Geofisika dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Mugiyanto, memberikan penjelasan. Diterangkan bahwa terjadinya gerhana karena matahari berada dekat dengan bumi atau biasa disebut perige.

Kedekatan kedua benda langit tersebut rupanya dapat memicu terjadinya pasang air laut. Efek dari pasangnya air laut itu akan memberi pengaruh terhadap lempengan tektonik bumi. Jika aktivitas tersebut terjadi maka dapat menimbulkan gempa hingga tsunami. “Kalau ada bulan besar, biasanya terjadi pasang besar,” kata Mugiyanto.

Selain gempa, tambah dia, dampak pasangnya air laut juga bisa menimbulkan banjir (rob). Sebab, air dari tempat ketinggian akan sulit masuk ke laut. Sehingga airnya tertahan di daratan. Mugiyanto memprediksi, bencana-bencana ini terjadi antara pagi dan sore. Ini sesuai bencana besar yang pernah menimpa Aceh dan Sulawesi Tengah. “Tsunami di Palu ‘kan terjadi sore menjelang magrib. Kalau yang di Aceh subuh ke pagi,” sebutnya.

Meski demikian, Mugiyanto memperkirakan, sampai saat ini Balikpapan masih relatif aman dari bencana. Namun tidak dengan daerah lainnya. Ancaman banjir dan gempa, bisa saja menimpa daerah lain imbas kemunculan super blood moon. Karena belakangan ini air laut sedang tinggi-tingginya, antara 2 hingga 4 meter. “Jadi, semua masyarakat tetap harus waspada,” pungkasnya. (kk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img