Jumat, Oktober 22, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Covid Mengintai (Lagi) di Akhir Tahun, Daerah Diminta Perketat Prokes dan Perbanyak Vaksinasi 

JAKARTA – Kasus penularan Covid-19 di Indonesia diprediksi meningkat kembali jika mobilitas masyarakat dan pergantian musim tak segera diantisipasi. Untuk itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito, mengingatkan seluruh komponen di daerah agar mewaspadai timbulnya potensi gelombang ketiga penularan Covid-19.

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi para ahli akan terjadi pada Desember,” kata Ganip, lewat keterangan resmi seperti dikutip Minggu (10/10/2021). Ganip menjelaskan pada Desember terjadi dua momentum besar yakni Hari Raya Natal dan pergantian tahun (Nataru), dimana mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Selain itu, pada akhir tahun biasanya terjadi pergantian cuaca, yang seringkali memengaruhi daya tubuh sehingga rentan terserang penyakit. “Saat Nataru ada pergantian cuaca, ini menjadi ancaman peningkatan kasus Covid-19,” ungkap Ganip.

Meski begitu, pria yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini, optimistis prediksi gelombang ketiga Covid-19 dari para ahli tersebut, bisa dicegah dan dikendalikan dengan baik oleh para pemangku kepentingan di pusat maupun daerah.

Cara mitigasi dan pencegahannya, adalah dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dibarengi vaksinasi. Dua langkah ini diharapkan bisa mencegah terjadi ledakan kasus Covid-19 di akhir tahun 2021 dan awal 2022, seperti yang diprediksi para ahli.

“Saya yakin dengan kekuatan dan pola penanganan yang sudah ditemukan, kita boleh yakin Desember nanti tidak terjadi gelombang ketiga,” tambah Ganip. Oleh karenanya dia meminta semua pihak untuk menerapkan prokes. Ditambah memperkuat tracing, tracking, dan treatment ditambah vaksinasi. “Tiga itu rumusnya. Kalau sudah oke, saya yakin kita bisa mengendalikan Covid-19 ini,” tutupnya.

Pada libur panjang Nataru 2020 terjadi lonjakan kasus penularan Covid-19 cukup tinggi. Antara 24 Desember 2020 – 3 Januari 2021 rata-rata terjadi kenaikan kasus harian 37-78%, ditambah rerata angka kematian antara 6% hingga 46%.

Data BNPB, selama 24 jam hingga Minggu (10/10/2021) siang, terjadi penambahan 894 kasus baru Covid-19. Total sejak Corona dinyatakan masuk Indonesia pada awal Maret 2020, jumlah kasus yang terjadi sebanyak 4.227.932 kasus. Sementara kasus sembuh sejumlah 1.584 kasus, atau total 4.060.851.

Adapun 5 provinsi penyumbang kasus Corona terbanyak selama sehari adalah: DKI Jakarta 140 kasus, Jawa Timur 128, Jawa Tengah 83, Jawa Barat 63, dan Kalimantan Timur 46 kasus baru. (prs)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hebat, Bontang Dinobatkan Kota Bersih di Asia Tenggara

0
JAKARTA – Kota Bontang, salah satu dari tiga kota di Indonesia dinobatkan sebagai Kota Ramah Lingkungan/Bersih di Asia Tenggara. Penghargaan itu diberikan The Association...

Pemuda Curi Celana Dalam Perempuan, Warga Jelawat Resah

0
SAMARINDA – Kaum hawa di Samarinda resah. Aksi pencurian celana dalam perempuan yang sedang dijemur terjadi di Jalan Jelawat, Samarinda Ilir, Rabu (21/10/2021). Aksi...