spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ciptakan Konten Positif di Medsos, Upaya OMK PPU Berantas Penyebaran Hoax

PPU – Penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, serta hal-hal negatif lainnya di media sosial (Medsos) yang kian merebak, masih perlu diperangi di tengah gencarnya kemajuan teknologi, termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Hal ini turut jadi perhatian Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria dari Fatimah, saat menggelar pertemuan bertajuk “OMK Reborn: Grow In Harmony”, di Gereja Katolik Santo Yohanes stasi Giripurwa, Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Jumat (30/6/2023).

Kegiatan yang dihadiri puluhan OMK dari berbagai kecamatan itu, bertujuan untuk berbagi pengalaman serta menambah wawasan. Salah satunya tentang pemberantasan berita bohong. Pasalnya, gereja Katolik turut memberikan fokus terhadap penangkalannya.

“Karena hoax perlu dihindari sehingga kami mengajak semua orang muda untuk sama-sama mencegah. Cara lain pencegahannya dengan membuat konten positif,” kata Ketua Panitia, William Reixhan Lincoln Pakpahan.

OMK punya kewajiban untuk menciptakan konten-konten positif, ajaran baik, kabar baik, dan ajaran kitab suci sebagai satu di antara langkah menangkal sekaligus mengantisipasi menyebarnya hoax di media sosial

BACA JUGA :  Sekali Antar Cuma Dibayar Satu Juta, Kurir 210,57 Gram Sabu Diringkus di Pelabuhan Speed Boat Penajam

Selain memberantasan penyebarannya, OMK turut diberi pemahaman tentang Bhineka Tunggal Ika. Hal ini ditujukan agar OMK lebih mengenali pribadi sebagai Katolik dan Indonesia dengan harapan berkontribusi terhadap pembangunan dimulai dari gereja.

“Jadi dari pertemuan ini kami mengajak OMK untuk membuat konten positif sebagai tindaklanjuti pemberantasan berita bohong selain diedukasi tentang hoax itu sendiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua OMK Penajam, Katherina Siamanja menjelaskan, pentingnya pembuatan konten positif sebagai pilihan lain dalam pemberantasan berita bohong. Hal ini dimunculkan untuk memberi referensi bagi pengguna sosial media untuk mendapatkan informasi positif.

“Dengan memberikan pilihan lain, yaitu menghadirkan hal-hal positif, kabar baik, ajaran kitab suci di media sosial, sehingga umat Katolik maupun masyarakat pada umumnya punya pilihan hal-hal positif dan bukan hanya hal-hal negatif,” tegas Rina.

Harapannya, dari kegiatan ini dapat berdampak positif pula bagi OMK untuk menyaring informasi sebelum menyebarkannya serta mencari tahu kebenaran informasi dengan berbagai cara yang diberikan.

Sekadar diketahui, kegiatan untuk menghadirkan Tokoh Agama Katolik PPU, Rudy yang membahas tentang kebhinekaan serta jurnalis yang juga OMK, Bhakti Sihombing yang membahas tentang penangkalan hoaks. (bs)

BACA JUGA :  Pemkab PPU dan Donggala Teken MoU di Titik Nol
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img