spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Sri Juniarsih Tinjau Kesiapan Dermaga LCT Kendaraan Roda Dua dan Proses Pengerjaan Jembatan Sambaliung


TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berbenah menyiapkan alternatif penyeberangan selama Jembatan Sambaliung ditutup untuk perbaikan. Rencananya, akan ada tambahan satu Landing Craft Tank (LCT) khusus kendaraan roda dua.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, tambahan armada tersebut memiliki daya tampung sekisar 80 motor. Untuk lokasi dermaganya yakni di Jalan Perjuangan.

“Jadi dengan adanya tambahan satu unit LCT ini, jumlah keseluruhan armada untuk alternatif penyeberangan yang disiapkan pemerintah provinsi ada tiga unit,” ungkapnya kepada sejumlah awak media, Senin (12/6/2023).

Ia membeberkan, LCT tambahan tersebut rencananya akan mulai beroperasi Selasa (13/6/2023) besok. Maka dari itu, diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan roda dua.

“Mengenai jam operasionalnya sama dengan LCT untuk kendaraan roda empat, yakni 04.00 Wita hingga 24.00 Wita,” paparnya.

Mengenai kesiapan dermaga, nakhoda perempuan pertama di Bumi Batiwakkal ini menyebut masih ada beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi, yakni MCK Portabel, pos medis, air mineral dan lampu penerangan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih saat meninjau kesiapan dermaga LCT khusus kendaraan roda dua di Jalan Perjuangan (Andhika Dezwan/MedKal)

“Pada intinya, di setiap dermaga penyeberangan alternatif harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. Contohnya, seperti pos pelayanan kesehatan dan air minum,” tegasnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kapasitas Pelatihan Pelatih di Kukar, Dispora Undang Narasumber ATOR

Dirinya menegaskan, seluruh bentuk bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur yang diturunkan ke Kabupaten Berau jangan sampai ada penolakan. Sebab, dinilai Sri, sama halnya dengan menghambat pembangunan.

Sri Juniarsih juga berterima kasih kepada Wakil Bupati Berau, Gamalis serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang telah bekerja secara maksimal dan mencari solusi terbaik untuk penyeberangan alternatif selama Jembatan Sambaliung ditutup.

“Selain itu saya juga berterima kasih dan mengapresiasi Kesultanan Sambaliung karena turut berpartisipasi mengawal perbaikan Jembatan Sambaliung,” tuturnya.

Kendati demikian, Sri Juniarsih berharap agar masyarakat kabupaten paling utara Kaltim ini dapat bersabar selama jembatan penghubung enam kecamatan itu ditutup.

“Kami akan terus berupaya meringankan beban masyarakat. Saya harap perbaikan Jembatan Sambaliung cepat selesai, sehingga roda perekonomian kita kembali berjalan lancar,” pungkasnya. (adv/dez)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img