spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Kubar Berencana Ajak Presiden Lihat Jembatan ATJ yang Mangkrak

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sudah memiliki agenda tersendiri saat Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke Kutai Barat yang rencananya akan datang bertepatan dengan peringatan HUT Kutai Barat ke-24 pada 5 November 2023 mendatang.

Bupati Kutai Barat FX.Yapan mengatakan, salah satu rencana adalah mengajak Presiden Jokowi melihat jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) di kelurahan Melak Ilir kecamatan Melak yang mangkrak sejak 2015. Harapannya pemerintah pusat mengambil alih proyek tersebut atau membantu dengan dana APBN.

”Saya ingin membawa beliau (presiden) melihat jembatan kita (ATJ). Supaya beliau bisa membantu dana dari pusat,” kata Yapan usai membuka Rakor Petinggi dan BPK di Auditorium ATJ Komplek Kantor Bupati Kubar, Rabu (11/10/2023) kemarin.

Selain itu Yapan menginginkan Jokowi melihat langsung kondisi jalan nasional dari Kutai Kartanegara hingga Kutai Barat dan Mahakam Ulu yang masih banyak mengalami kerusakan. Sebab Kubar dan Mahulu bakal jadi daerah penyangga ibu kota negara di Kalimantan Timur.

“Supaya jalan negara dari sana ke penyangga ini bisa segera diselesaikan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Wakapolres Kutai Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-78 Bhayangkara

Yapan optimis Presiden Jokowi mau menginjakan kakinya di Kutai Barat karena sudah pernah berjanji bakal datang ke Kubar.

”Memang janji beliau dulu ingin sampai ke daerah perbatasan Kutai Barat, jadi kita minta beliau datang ke sini pas hari jadi Kutai Barat dan kita mau syukuran penyangga IKN,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.

Bupati Kubar FX Yapan saat memberikan sambutan dalam acara Rakor Petinggi dan BPK di Gedung ATJ Pemkab Kubar.

Pemerintah daerah ,lanjut dia, terus berkoordinasi dengan pihak Istana Negara untuk mengundang Presiden Jokowi ke Kutai Barat. Yapan bahkan menyebut kepastian kehadiran Presiden sudah 90 persen.

”Yang belum disepakati ini tinggal waktunya. Mereka (protokol istana) minta tanggal 2 atau 3 November. Nah kita minta tanggal 5 November pas hari ulang tahun. Tapi kepastiannya sudah 90 persen bapak Presiden mau datang,” ujarnya.

Diketahui proyek jembatan ATJ dibangun sejak tahun 2012 di masa bupati Ismail Thomas. Namun tidak selesai hingga akhir masa jabatan Bupati Ismail Thomas dan Wakil Bupati Didiek Effendi.

Proyek itu menelan dana hingga Rp 300 miliar lebih dan mangkrak sejak 2015. Rencana melanjutkan jembatan yang bakal menghubungkan kecamatan Melak dan Mook Manaar Bulatn ini terganjal masalah teknis dan kasus hukum yang menjerat oknum kontraktor PT Waskita Karya.

BACA JUGA :  Bupati Kubar dan Kejari Kubar Teken MoU, Perpanjangan Kerja Sama Pendampingan Hukum Bidang Datun

Bahkan disebut-sebut Pemkab Kubar memiliki utang sekitar Rp 45 miliar dalam proyek jembatan ATJ padahal pekerjaannya tidak selesai. Bupati FX.Yapan dan Wakil Bupati Edyanto Arkan mengaku tidak bisa lagi melanjutkan proyek itu karena sudah di akhir masa jabatan.

Sebelumnya, Wabup Kubar H.Edyanto Arkan mengungkapkan bahwa Jembatan ATJ ini diharapkan bisa terbangun.

“Sekarang itu tinggal setahun lebih saja. Untuk membangun jembatan itu ndak bisa setahun jadi dia harus dilakukan redesain dulu, dikaji dulu dengan melakukan redisain diukur berapa sebenarnya perubahan jembatan ini. Apakah dia melengkung atau tidak kalau melengkungnya berapa centi meter, berapa harus dinaikkan dan berapa biayanya,” jelasnya.

Edyanto mengaku Pemkab Kubar pernah melakukan perhitungan ulang biaya penyelesaian jembatan sepanjang 300 meter lebih tersebut di tahun 2021. Hasil perhitungannya mencapai lebih dari Rp 300 miliar. Anggaran sebesar itu kata Edyanto akan sangat menguras APBD jika hanya difokuskan pada satu proyek. Sementara banyak jalan-jalan desa yang lebih prioritas juga membutuhkan perbaikan.

BACA JUGA :  Hari Pertama TMMD di Kampung Kelian, Progres Semenisasi Jalan Sudah Mencapai 33 Meter

”Pernah dihitung tahun 2021 itu biaya yang kita perlukan kurang lebih Rp 300 Miliar untuk membangun jembatan itu kembali. Apabila uang kita ini untuk membangun jembatan, setahun berapa banyak ruas jalan kita yang tidak bisa kita bangun dulu. Jadi itu penyebab salah satunya,” papar Wabup.

Kedua, lanjut Edyanto, pemerintah bersama DPRD pernah berencana pinjam uang ke bank senilai Rp 350 miliar. Namun bank meminta dokumen perencanaan awal dari Pemkab Kubar. Dokumen inilah yang tidak ada di arsip pemerintah.

”Kita mau pinjam uang orang, sudah mau pinjam tapi dokumen kita tidak lengkap. Nah, kita harus menyusun kembali dokumen itu. Mungkin di saat kami ini nggak sempat tapi Insya Allah bupati yang akan datang akan menyelesaikan pembangunan jembatan itu,” tuturnya.

Pewarta : Ichal
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img