spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Bonifasius Ingatkan Perencanaan Matang Pembangunan Bandara Ujoh Bilang

MAHULU – Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh berpesan agar perencanaan pembangunan Bandara Ujoh Bilang memperhatikan sejumlah aspek penting. Upaya ini guna memastikan pembangunan lapangan terbang di pusat ibu kota Mahulu ini memenuhi teknis operasional pembangunan, kualitas, manfaat, estetika. Bupati tak ingin pembangunan bandara menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Bupati Bonifasius menyampaikan, sejumlah aspek penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan Bandara Ujoh Bilang itu meliputi ; soal tata ruang, pertumbuhan ekonomi, keunggulan komparatif wilayah, kondisi alam dan geografi, kelestarian lingkungan, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya.

Pesan itu disampaikan Bupati Bonifasius ketika menghadiri presentasi Laporan Akhir (Lapkir) Revisi Detail Engineering Design (DED) Bandar Udara Ujoh Bilang di ruang pertemuan Hotel Midtown Samarinda. Senin 14 November 2022. Presentasi ini digagas oleh Dinas Perhubungan Mahulu bekerja sama dengan konsultan perencana PT. Multi Konsulindo Madiri

“Saya tidak merekomendasikan pembangunan bandara ini secara terburu-buru. Jangan sampai pembangunan belum selesai bangunan runtuh di sana-sini. Itu artinya kualitas kinerja kita buruk,” pesan Bupati Bonifasius dalam pertemuan.

BACA JUGA :  Salurkan Hak Suara di TPS 006 Ujoh Bilang, Bupati Mahulu Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih

Oleh karena itu, Bupati Bonifasius meminta tim konsultan perencana maksimal dalam menyusun perencanaan pembangunan bandara sehingga menghasilkan pembangunan yang optimal berdasarkan revisi DED. Revisi tersebut, sambung dia harus mengacu pada rencana induk sebagai pedoman pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Ujoh Bilang.

“Sehingga menjadi rencana matang yang lebih baik dan sesuai dengan peraturan. Jangan sampai ada temuan pelanggaran di kemudian hari hanya karena kita kurang cermat,” pesannya lagi.

Tak hanya itu, bupati juga mengingatkan percepatan pembangunan Bandara Ujoh Bilang membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh pemangku kebijakan. Oleh karena itu, ia berpesan agar kualitas bangunan juga harus benar-benar diperhatikan.

Untuk ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kaltim, Dinas Perhubungan Mahulu, Bappeda Kaltim berkoordinasi dan menyepakati standar pembangunan lapangan terbang di Mahulu.

“Agar berjalan dengan baik, tepat waktu, standar bangunan yang ditentukan bagus. Artinya asas manfaat dan kualitasnya dapat semua,” harapnya.

Koordinator Divisi Sisi Darat PT. Multi Konsulindo Mandiri Andri Yudianto memaparkan isi laporan pendahuluan DED tersebut. Yakni memuat gambaran umum lokasi, hasil survei lapangan, data penetapan lokasi, analisa geoteknik, desain prasarana sisi udara, rekapitulasi rencana anggaran biaya sisi udara dan AFL dengan sasaran tersedianya dokumen DED fasilitas sisi udara Bandara Ujoh Bilang.

BACA JUGA :  Perladangan Menetap Dorong Petani Miliki Lahan Tersertifikasi

Andri menyampaikan tujuan DED ini agar memperoleh dokumen rancangan teknik terinci Bandar Udara Ujoh Bilang sebagai standar pedoman pelaksanaan konstruksi fasilitas bandar udara. Mencakup seluruh kebutuhan dan penggunaan tanah serta ruang udara untuk fasilitas penerbangan.

“Termasuk fasilitas penunjang penerbangan dengan mempertimbangkan aspek teknis, aspek keselamatan, operasi penerbangan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Sebagai informasi, bandara perintis Ujoh Bilang direncanakan memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 meter dan bisa didarati pesawat sejenis ATR-72. Kehadiran lapangan terbang ini diharapkan memangkas jarak tempuh dari Mahulu ke Ibu Kota Provinsi Kaltim, Samarinda. Dari 14 jam menjadi kurang dari 1 jam.

Bandara yang mulai dirancang sejak 2017 ini sudah mengantongi SK Penetapan Lokasi (Penlok) dari Kementerian Perhubungan yang diberikan 28 September 2022. Sejauh ini Gubernur Kaltim, Isran Noor sudah berkomitmen membantu pembiayaan pembangunan sisi darat lewat APBD Kaltim.

Turut hadir dalam presentasi, Sekretaris Daerah Stephanus Madang, Kepala Dinas Perhubungan Fransiskus Xaverius Lawing, Plt. Kepala Dinas PUPR Margono, Pimpinan PT. Multi Konsulindo Madiri Aprilio Ivano, Kasubdit Prasarana Bandar Udara Kementrian Perhubungan, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Melalan, Perwakilan Bappeda Prov. Kaltim, Perwakilan Dinas Perhubungan Prov. Kaltim, Perwakilan Dinas PUPR Prov. Kaltim. (adv)

BACA JUGA :  Kemandirian Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Mahulu Kini Berumur 9 Tahun
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img